Beranda Akses Pandemi Corona: Truk Batu Bara Kurang Beroperasi, Pengaruhi PAD Retribusi

Pandemi Corona: Truk Batu Bara Kurang Beroperasi, Pengaruhi PAD Retribusi

JAMBI, AkaesNews – Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Jambi, dari retribusi angkutan barang, ikut merasakan imbas dari wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kini PAD retribusi angkutan barang mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis. Hal terebut disampaikan langsung oleh Kepala UPTD Dishub Terminal Truk Angkutan Barang Kota Jambi, M Amri Siregar, Selasa (12/05/2020).

M Amri mengatakan, bahwa sampai saat ini, terhitung lebih kurang selama 2 bulan terakhir, pemasukan PAD di bidang retribusi sangat berpengaruh, terutama retribusi angkutan truk bermuatan, yang biasanya menyetor di Terminal Angkutan Barang Kota Jambi, Talang Gulo, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

“Biasanya mobil truk batu bara yang melintas sebelum Covid-19 ini ada sekitar 1.500 truk, yang melintas setiap harinya, dan pendapatan retribusi mencapai 90 persen. Namun sekarang, kalau dikalkulasikan, pendapatan setiap harinya selama dua bulan terakhir ini sudah turun hampir 50 persen dari pendapatan biasanya,” ujarnya.

Selanjutnya M Amir Siregar menjelaskan, bahwa penurunan PAD Kota Jambi dari retribusi terminal angkutan barang tersebut, akibat dampak dari Covid-19. Karena sudah banyak sebagian tambang batu bara yang tutup, dan karyawannya banyak dirumahkan.

“Kawan-kawan kita di batu bara itu mereka sudah banyak yang patuh dengan aturan pemerintah, di tengah pademik Covid-19 ini. Dan ada juga yang dirumahkan. Jadi itu lah yang membuat salah satu pemasukan PAD retribusi di terminal angkutan barang turun,” jelansnya.

Tidak hanya itu. Dirinya juga tidak menapik, bahwa penyebab turunnya PAD retribusi di terminal angkutan barang, selain dampak Covid-19, juga diakibatkan oleh cuaca hujan yang terus mengguyur Provinsi Jambi dalam dua minggu terakhir ini. Hal tersebut dinilai sangat mempengaruhi keadaan pendapatan PAD retribusi di terminal truk angkutan barang menurun. Karena akses jalan di tambang batu bara terganggu ketika musim hujan.

“Ya kalau kegiatan batu bara sudah tidak jalan karena banjir, dan tidak bisa dijangkau lagi ke tambang, otomatis sangat mempengaruhi pendapatn PAD retribusi di terminal angkutan barang,” tambah M. Amir.

Saat ini penurunan PAD Kota Jambi dari retribusi angkutan barang mencapai 50 persen. Biasanya sebelum Covid-19 dan musim hujan, dalam satu hari PAD dari retribusi di terminal angkutan barang Talang Gulo mencapai Rp 6.500.000. Namun saat ini pendapatan perharinya turun hingga Rp 3.000.000 perharinya. (TeamAJ)

DRadio 104,3 FM Jambi