Beranda Akses Jangan Asal-asalan, 2 Kades Minta Jalan Lumahan-Margarukan Dibangun Serius

Jangan Asal-asalan, 2 Kades Minta Jalan Lumahan-Margarukan Dibangun Serius

TANJABBAR, AksesJambi.com – Polemik jalan poros utama penghubung antar puluhan desa yang dibangun serampangan tanpa ada pengawasan yang maksimal dari Dinas Pekerjaan Umum khususnya di Bidang Bina Marga Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat pada tahun 2020 ini ternyata terus menuai masalah.

Saat ini kondisi jalan semakin hari semakin parah dan terbengkalai tanpa ada perbaikan. Keluhan masyarakat dua desa sekitar yang dibangun pun terus bermunculan tak diacuhkan Bina Marga. Mulai dari kualitas hingga kuantitas jalan yang dibangun.

Para pejabat, pun terus menyoroti pekerjaan yang umurnya sangat sangat baru dengan kualitas asal asalan. Seperti Anggota DPRD Kabupaten Tanjab Barat.

Kali ini, Kepala Desa Lumahan, Dara Jelita dan Kepala Desa Margo Rukun, Tumirin juga angkat bicara. Keduanya kompak dan tegas tidak terima jika hanya dibuatkan infrastruktur yang hanya begitu saja untuk masyarakatnya.

Kades Lumahan, Dara Jelita mengatakan jika kondisi jalan yang dibuat hanya begitu, kami tidak terima, karena pembangun ini sangat dinantikan oleh masyarakat.

“kelihatannya dibiarkan saja begitu. Kami mengaharapkan pembangunan yang maksimal didaerah kami. Sehingga tidak mengecewakan masyarakat,” ujarnya, Senin (12/05/2020).

Sementara itu, Kepala Desa Margo Rukun, Tumirin saat dikonfirmasi juga menyampaikan demikian, kekecewaannya jika jalan tersebut terus dibiarkan dan dirinya selaku kepala desa tidak menerima jika jalan yang dinanti puluhan tahun dan baru dibangun dengan kondisi hancur.

Dikatakannya, Pembangunan baru sampai Parit Sidodadi, saat pembangunan berlangsung, pihak Dinas PU bidang Bina Matrga juga tidak ada melakukan pemberitahuan kepada desanya yang akan dibangun

“Mereka kerja juga tidak koordinasi. Jadi saya juga tidak tau itu dana apa,” ujarnya.

Dirinya pun mengharapkan jika pemerintah daerah membangun wilayahnya, janganlah begitu dan ingin pembangunan yang maksimal.

“Janganlah begitu kasian kami, masyarakat kami. Jalan tersebut kami nantikan, Seharusnyakan yang bagus, sesuai standar,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Buang-buang Anggaran ala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang khususnya Bidang Marga Kabupaten Tanjung Jabung Barat ternyata sangat sangat memprihatinkan. Dimana pekerjaan yang telah di lakukan hasilnya sangat tidak memuaskan.

Pekerjaan tersebut adalah pembangunan jalan baru di Desa Lumahan menuju Margo Rukun Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggunakan dana APBD Tahun 2020.

Padahal pekerjaan tersebut adalah salah satu program kerja Bupati Tanjung jabung Barat dalam mengentaskan infrastruktur dasar bagi masyarakat kabupaten Tanjung jabung Barat.

Dari informasi yang dihimpun, pekerjaan tersebut adalah menggunakan dana Swakelola karena tak ada plang nama proyek pada pembangunan jalan tersebut.

Dari pantauan dilapangan, kondisi jalan tersebut sangat mengenaskan meski baru saja dibangun, sangat banyak batu-batu bescos besar bergelimpangan di tengah jalan. Belum lagi alas jalan (Geotek) yang bermunculan, jumlahnya sangat banyak bahkan puluhan titik Geotek timbul kepermukaan, mulai dari pinggiran hingga tengah-tengah jalan, lobang -lobang berukuran kecil dan sedang telah menganga di permukaan jalan.

Tidak diketahui, pekerjaan tersebut sudah selesai dikerjakan ataupun masih berkerja. Namun, tak ada satupun alat berat, hal tersebut mengindikasikan jika pekerjaan pembangunan jalan itu sudah selesai.

Dari kondisi yang dilihat, sangat disayangkan pembangunan jalan utama dari Pemerintah yang dinanti oleh ribuan masyarakat di dua desa, bahkan seluruh masyarakat yang menantikan dibangun dengan serampangan tidak mengindikasikan kekuatan pada pekerjaan dan terkesan buang buang uang negara. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi