Beranda Akses Pegiat Lingkungan Harap Pemimpin Indonesia Atasi Isu Lingkungan secara Konkrit

Pegiat Lingkungan Harap Pemimpin Indonesia Atasi Isu Lingkungan secara Konkrit

Lakukan Pembentangan Spanduk, Mapala Pamsaka dan Penggiat Lingkungan Bijak dalam Memilih

TANJABBAR, AksesJambi.com – Kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dapat berperan sebagai parameter melihat kontestasi politik tahun 2024. Siapakah pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) yang paling antisipasif menghadapi persoalan lingkungan, Selasa (30/01/2024).

Melihat dari persoalan lingkungan, salah satu Aktivis Lingkungan yang tergabung bersama Mapala Pamsaka Kampus STAI An-Nadwah Kuala Tungkal berharap kepada 3 Pasangan Calon (Paslon) Capres – Cawapres di Pemilu 2024 memiliki solusi kongkrit mengenai persoalan lingkungan.

Penggiat Lingkungan di Kuala Tungkal, Windi menilai ketiga Paslon Capres di Pemilu 2024 belum ada yang berani menyuarakan isu penyelamatan lingkungan secara konkrit.

“Mengingat peliknya permasalahan lingkungan dibutuhkan langkah progresif untuk memastikan isu kelestarian alam ini menjadi agenda yang diprioritaskan,” ucapnya.

Ia menambahkan salah satu caranya dapat ditempuh melalui jalur politik, dengan komitmen politik yang kuat dan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat, maka langkah mitigasi terhadap krisis lingkungan itu dapat dilakukan secara masif.

“Sampai hari ini kesadaran politik terhadap isu lingkungan itu tampaknya masih relatif rendah, bahasan isu lingkungan sering kali ditempatkan hanya sebagai pelengkap,” kata Windi.

Selain itu, Windi juga menambahkan, bahkan banyak kebijakan yang terkesan meminimalisasi kajian terhadap aspek lingkungan sehingga perlu komitmen politik untuk menguatkannya kembali.

Sementara itu, Husnul Baharudin sebagai Ketua Umum Mapala Pamsaka mengatakan banyak janji manis yang di ucapkan dengan bermacam-macam narasi untuk kepentingan masyarakat, namun yang terjadi masyarakat masih merasakan pahitnya hasil bumi mereka sendiri.

“Hutan digarap, air dicemari dan perut bumi ditambang demi mengatas namakan kepetingan lingkungan, dirusak dan masyarakat dibungkam demi terlaksananya komoditi prioritas yang menjadi tulang punggung pemasukan,” kata Bahar.

Bagaikan arus yang deras mendaki puncak tertinggi, semua itu tidak akan mungkin terjadi. “Maka, kita perlu kontribusi untuk mengawasi masa depan pribumi, salam lestari,” tegasnya.

Disisi lain, Miftahul Amin selaku Demisioner Mapala Pamsaka membahas kontes Demokrasi tertinggi pada Pemilu 2024 ini, dari ketiga pasangan Capres dan Cawapres yang dibahas itu yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Ketiga pasangan Capres dan Cawapres ini diharapkan lebih menonjolkan komitmennya untuk isu lingkungan,” sambung Amin.

Dalam hal ini, ia menyoroti catatan prestasi serta kekurangan 3 Capres di Pemilu 2024. Menurutnya, tidak ada Capres yang memiliki prestasi sangat baik dalam menangani isu lingkungan saat menjadi Birokrat di Pemerintahan.

Amin kembali menegaskan, ia berupaya bersama untuk mendesak calon pemimpin Indonesia mendeklarasikan krisis iklim dan merinci langkah-langkah konkrit untuk mengatasi isu ini.

“Bagaimana bisa mengatasi secara konkrit jika mereka masih menerima dana Kampanye dari industri batubara, minyak, dan gas, atau parahnya mereka bagian dari industri tersebut,” tegasnya.

Dirinya berharap Visi-Misi yang digancangkan bukan hanya menjadi Fatamorgana. “Kami Mapala Pamsaka bersama Penggiat Lingkungan akan terus mengawal dan kritis jika terkait isu lingkungan,”, tutup Amin.

PENULIS: Cecep Sulaiman