Beranda Akses Jalan Rusak di Tanjab Timur Lagi-lagi Memakan Korban

Jalan Rusak di Tanjab Timur Lagi-lagi Memakan Korban

TANJABTIM, AksesJambi.com – Viral di media sosial video yang memilukan. Dalam video itu ditampilkan ibu hamil meninggal dunia di ambulan yang terjebak macet di jalan rusak.

Dari informasi yang dihimpun, ambulan tersebut berada di Jalan Desa Siau, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur, Provinsi Jambi. Tujuannya ke RSUD Nurdin Hamzah

Kepala Desa Siau, Sarman mengatakan meninggalnya ibu hamil itu bukan karena ambulan itu tidak terjebak macet. Kendaraan ambulan selalu diprioritaskan untuk lewat.

“Jadi kalau dibilang pasien meninggal karena terjebak macet, itu tidak benar,” ujarnya, Rabu (18/08/2021).

Ia mengaku memang ambulan terkait sempat terhalang oleh satu mobil. Tetapi, mobil di depannya langsung menyingkir yang dibantu warga.

Kejadian itu, kata Sarman, berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB. Sedangkan kemacetan sudah mulai terurai sejak pukul 16.30 WIB.

“Saat itu perjalanan dari Rantau Rasau menuju RSUD Nurdin Hamzah. Setelah koordinasi dengan sopir ambulan, posisi meninggalnya sudah lewat Des Siau,” katanya.

Jalan Rusak Makan Korban di Tanjab Timur, Warga Mengadu ke Jokowi

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sabak Timur, Yani menyampaikan pada hari Minggu lalu pasien ibu hamil itu sempat datang ke puskesmas untuk berobat. Ada keluhan sesak nafas, sehingga pihak keluarganya meminta agar pasien itu dirawat di Puskesmas.

Setelah diperiksa dengan metode swab antigen, muncul hasil reaktif. Karena itu, pasien harus dirujuk ke rumah sakit.

Namun pihak keluarga menolak dirujuk ke rumah sakit. Pasien justru menjalankan isolasi mandiri (isoman).

“Namun kita tetap memantau pasien dan memberi perawatan saat isoman,” katanya.

Selama isoman pihak puskesmas juga melakukan pemantauan dan memenuhi kebutuhan, termasuk menyediakan oksigen.

Memang dari keterangan keluarga kondisi pasien sempat cukup membaik. Namun pada Selasa sore sesaknya kembali kumat, sehingga langsung dirujuk ke RSUD.

“Saat mau dirujuk ke RSUD dari Puskesmas kondisi pasien sudah dalam keadaan kritis dan lemah,” tutupnya. (Sob/Jmk)

DRadio 104,3 FM Jambi