Beranda Akses Kasus Pemerkosaan di Bukit Batu Suban, Mahasiswi Psikologi Angkat Bicara

Kasus Pemerkosaan di Bukit Batu Suban, Mahasiswi Psikologi Angkat Bicara

Mahasiswi Psikologi Universitas Islam Bandung, Sharfina.
Mahasiswi Psikologi Universitas Islam Bandung, Sharfina.

JAMBI, AksesNews – Anak perempuan dibawah umur (dibawah 17 Tahun) yang menjadi korban pemerkosaan oleh 5 pemuda juru parkir tempat Wisata Bukit Suban, Tanjung Jabung (Tanjab) Barat membuat geram mahasiswi Psikologi Universitas Islam Bandung, Sharfina.

Melihat kasus yang terjadi pada Minggu (05/07/2020) lalu dan baru diketahui akhir-akhir ini, serta membuat salah satu korban trauma dan mengurung diri, Sharfina angkat bicara.

Sharfina mengatakan, kejadian tersebut tentunya membuat korban terpuruk karena menjadi korban kekerasan seksual. Hal ini dapat berdampak sangat buruk, bahkan terberat untuk dialami manusia. Korban kekerasan seksual akan mengalami dampak yang bukan hanya fisik namun psikologisnya.

“Baik laki-laki maupun perempuan. Selain luka fisik, korban pemerkosaan membawa luka batin yang membutuhkan waktu untuk pulih kembali,” ungkap Sharfina, Rabu (29/07/2020)

Lebih lanjut, Sharfina mengatakan Kondisi, dampak dan tantangan yang dihadapi tiap korban pemerkosaan berbeda satu sama lain. Umumnya korban akan merasa takut, cemas, panik dan syok. Hal tersebut juga tidak lepas dari berbagai macam respon-respon dari orang lain.

“Para korban pemerkosaan, kerap kali kehilangan kepercayaan diri dan merasa bersalah. Tak jarang korban pemerkosaan menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi,” ujarnya.

Korban Pemerkosaan di Bukit Batu Suban Trauma hingga Mengurung Diri

Pada banyak kasus pemerkosaan, sebagian besar korban enggan untuk menceritakan hal yang dialaminya. Mereka enggan untuk menceritakannya karena berbagai macam alasan.

“Mulai dari merasa malu, kurang percaya terhadap pendengar, takut akan judgement, hingga takut tidak dipercaya akan apa yang diceritakannya.Tak jarang, akhirnya beban psikologis tersebut ditanggung sendiri oleh korban,” katanya.

Dampak fisik mungkin dapat sembuh dalam waktu lebih singkat. Namun dampak psikologis dapat membekas lebih lama. Peran significant person seperti keluarga, kerabat, serta tenaga profesional yaitu dokter dan terapis, akan menjadi kunci dari kesembuhan dan ketenangan bagi mereka yang menjadi korban pemerkosaan.

“Semoga kasus ini dapat di tuntaskan dengan cepat. Dan pelaku segera di hukum berat agar tidak menimbulkan kasus-kasus pemerkosaan lainnya serta Untuk keluarga, semoga selalu di berikan kekuatan dalam memberi dukungan secara terus menerus,” tutupnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi