Beranda Akses Barokah Hidroponik, Market Sayuran Segar Tanpa Pestisida di Jambi

Barokah Hidroponik, Market Sayuran Segar Tanpa Pestisida di Jambi

JAMBI, AksesNews – Puluhan jenis sayuran dibudidayakan secara hidroponik. Dengan komunitas yang dinamakan “Barokah Hidroponik” ini, dilakoni oleh 16 orang ibu-ibu di Jambi, tepatnya di kelurahan Kenali Asam Atas, Kota Jambi.

Tanaman sayuran yang dapat dikembangkan secara hidroponik seperti Pakcoy, Bayam Merah, Kangkung, Kale dan sebagainya ini tampak subur dan sehat di dalam rumah hidroponik tersebut.

Meski dalam pengelolaan tanaman hidroponik tergolong harus memiliki perhatian lebih dan kebutuhan awal yang cukup mahal, namun hasil dari tanaman tersebut masih dijual dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Seperti pengakuan salah satu anggota Barokah Hidroponik, Eli mengatakan sayuran tersebut dijual dengan cara satuan ons. Harga tiap sayuran berbeda-beda dan harga mulai Rp 3.000 sampai dengan Rp 10.000 per-ons.

Ia pun menuturkan, Harga Sayuran Pakcoy, Kangkung dan Bayam per-onsnya dijual dengan harga 3 Ribu Rupiah. Sayuran Punjen dijual dengan harga Rp 4 ribu per-ons. Sedangkan, sayuran kale merupakan sayuran paling mahal di sana, karena harganya senilai 10 Ribu Rupiah per-ons.

“Sayuran Kale yang paling mahal, 10 ribu pe-rons. Sayuran Kale sebenarnya antioksidan dan kalsiumnya juga tinggi,” katanya, Minggu (18/10/2020).

Tak tanggung-tanggung, Barokah Hidroponik memanen sayurannya hingga 300 ons perhari. Menurut pengakuan Eli, dalam satu hari, Hidroponik ini bisa menjual sekitar 300 ons sayuran.

Sebagian besar pembelinya berasal dari Kelurahan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru. Namun ada pula para pembeli yang berasal dari luar kecamatan Kota Baru. Hidroponik ini bahkan juga menjadi tempat untuk mengisi akhir pekan.

“Kita jual per-ons. Dalam satu kita bisa menjual bisa 200 sampai 300 ons. Untuk saat ini baru masyarakat kenali asam atas. Ada juga saat weekend, dari Bulian (Kabupaten Batanghari), Kecamatan Alam Barajo,” tutur Eli.

Rumah hidroponik ini pada akhirnya membantu keluarga yang daya ekonominya terkikis akibat pandemi COVID-19.

“Sebagain kawan-kawan lain terasa (Dampak Pandemi Covid-19). Dengan adanya ini kami terbantu” terangnya sembari memetik Sayuran.

Eli pun menyampaikan rumah Hidroponik ini diharapkan dapat menghantarkan belasan ibu di sana untuk membangun hidroponiknya sendiri.

“Di samping kami menimba ilmu, kedepannya kami ingin punya sendiri gitu,” katanya.

Sayuran yang ditanam di Barokah Hidroponik terbilang sangat sehat dan higienis. Apalagi perawatannya tidak menggunakan pestisida.

Untuk para pengunjung, Barokah Hidroponik buka setiap hari dengan jam tertentu. Pada pagi hari buka sekitar pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Pada sore hari kembali buka sekitar pukul 14.00 sampai 18.00 WIB.

Para pengunjung Barokah Hidroponik dapat memilih dan memetik langsung sayuran yang ingin dibeli. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi