Beranda Akses Selain Tagih Utang, Ternyata Tersangka Ada Niat Ingin ‘Main’ dengan Korban

Selain Tagih Utang, Ternyata Tersangka Ada Niat Ingin ‘Main’ dengan Korban

TANJABBAR, AksesJambi.com – Terungkap, tersangka pembunuhan kerangka mayat di Pematang Lumut ternyata sempat memiliki niat untuk ‘main’ (mesum) dengan siswi kelas 2 SMP 1 Betara, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat tersebut.

Pelaku mengenal korban melalui media sosial (Medsos) Facebook. Hal ini terungkap, dalam rekontruksi yang digelar oleh Polres Tanjab Barat bersama dengan Kejari Tanjab Barat, Selasa (12/05/2020) siang.

Tersangka F, menyebutkan bahwa memang korban meminjam uang darinya sebesar Rp 250 ribu. Namun belum dikembalikan oleh korban, kemudian tersangka menagih uang yang dijanjikan oleh korban dan akan dikembalikan 2 hari setelah peminjaman.

Karena tidak kunjung dibayar, tersangka kemudian mengajak korban untuk bertemu di pinggir jalan dekat dengan Polsek Betara yang kemudian dengan motor masing-masing keduanya pergi ke areal perkebunan kelapa sawit yang berada di Desa Pematang Lumut.

Kata Tersangka, soal utang Rp 250 ribu tersebut awalnya ia tidak persoalkan. Asalkan korban bisa ‘main’ dengan tersangka. Namun, belum niat tersebut disampaikan, korban sudah mengeluarkan kata-kata kasar saat tersangka memulai pembicaraan untuk menagih utang.

Sebelumnya, sesampai di dalam areal perkebunan korban dan tersangka duduk berdekatan dengan posisi saling membelakangi namun masih tetap bersampinga. Pada saat duduk tersebut, tersangka menanyakan kepada korban soal utang tersebut.

“Inah macam mana soal utang kemarin. Janjinya dua hari, saya chat dak di balas-balas,” kata F mempraktekan pembicaraan keduanya.

Penemuan Kerangka Manusia di Pematang Lumut, Ada Pembunuhan Karena Utang

“Kamu nih utang segitu aja ditagih-tagih, bungul kamu nih,” jawab Inah yang di praktekan F dalam rekonstruksi.

Atas perkataan yang keluar dari mulut Inah tersebut, kata tersangka, dirinya naik darah. Sehingga Inah yang masih duduk dekat dengan dirinya langsung ia cekik dengan menggunakan kedua tangannya, dengan posisi kedua jempol tangan menekan tenggorokannya.

Sebenarnya diungkapkan oleh F, dirinya tidak memiliki niat untuk membunuh Inah. Malahan niat F mengajak Inah adalah untuk mempersoalkan hutangnya, yang jika memang tidak bisa dibayar diganti dengan ‘main’.

“Niatnya kek gitu (tidak apa-apa tidak dibayar asalkan bisa ‘main’). Tapi dari ucapan dia gitu (kasar) saya spontan marah. Dia bilang ya bodoh, ya bungul,” katanya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi