BATANGHARI, AksesJambi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang Hari secara resmi mulai mengambil langkah antisipatif terhadap ancaman bencana alam yang diprediksi akan melanda wilayah tersebut pada tahun 2026. Fokus utama saat ini tertuju pada penguatan koordinasi antarinstansi pemerintah daerah.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui Rapat Pembentukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Batang Hari Tahun 2026. Pertemuan krusial ini dilangsungkan di Ruang Pola Kantor Bupati Batang Hari.
Acara yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Batang Hari, H. Amir Hamzah, S.E., M.Si., yang turut memberikan atensinya dalam rapat tersebut.
Pembentukan Satgas ini dilatarbelakangi oleh peringatan serius dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lembaga tersebut memprediksi bahwa tantangan iklim pada tahun 2026 akan jauh lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data prakiraan cuaca, akan terjadi musim kemarau ekstrem yang dipicu oleh fenomena iklim berskala besar, yakni El-Nino Godzilla. Dampak dari fenomena alam ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada periode Agustus hingga September 2026.
Untuk menghadapi risiko kebakaran hutan yang besar, Satgas ini dirancang dengan melibatkan struktur yang komprehensif. Tim ini terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang memiliki kewenangan mengikat dalam penanganan bencana secara langsung.
Selain instansi teknis, pembentukan satuan tugas ini juga menyertakan berbagai OPD pendukung yang akan terlibat aktif di lapangan. Kerja sama lintas sektoral ini diharapkan mampu meminimalisir dampak Karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Batang Hari. (Nira/*)



