Perkuat Pendanaan Hijau, PLN Gandeng Lembaga Penjamin Investasi China

ASIA, AksesNews – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) resmi menjalani kerja sama dengan salah satu lembaga pembiayaan dan penjaminan investasi asal China, Sinosure. Hal ini dibuktikan dengan keduanya yang telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU).

Bukan tanpa alasan, kerja sama tersebut yakni demi upaya percepatan akses pendanaan hijau untuk menjalankan agenda transisi energi di Indonesia.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa dengan menjalin kerja sama tersebut, diharapkan PLN senantiasa mendapatkan pendampingan dari Sinosure dalam hal perencanaan program transisi energi yang mampu mendorong pertumbuhan investasi.

Darmawan juga mengatakan bahwa PLN merupakan lokomotif transisi energi di Indonesia. Selain itu, dikatakan pula bahwa tantangan pelaksanaan transisi energi butuh dukungan pendanaan yang tidak sedikit lantaran Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah namun tersebar di seluruh kepulauan.

“Kami bergerak cepat untuk bisa menyelesaikan mismatch antara sumber energi dengan pusat demand lewat pembangunan super grid dan green enabling transmission line. Pengembangan dua infrastruktur penting ini membutuhkan dukungan pembiayaan yang besar sehingga mampu mengakselerasi target pengurangan emisi global,” papar Darmawan, Selasa (24/10).

Lebih lanjut, Darmawan menegaskan bahwa pihaknya tetap terus berupaya dalam memasang target agresif dalam bauran energi di mana pada 2040 porsi pembangkit EBT mencapai 75 persen dan 25 persen sisanya berasal dari gas alam meskipun di tengah tantangan pendanaan yang besar.

“Dengan cara ini, PLN dapat memperluas target transisi energinya sekaligus menjaga operasinya tetap kuat dan keuangannya kuat. Sehubungan dengan itu, Sinosure mengambil langkah besar untuk memberikan dukungan kepada PLN. Dukungan Sinosure ini, memberikan harapan besar bagi transisi energi di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, soal jalinan kerja sama tersebut, Vice Chairman, President Sinosure, Sheng Hetai mengatakan bahwa Indonesia menjadi pusat investasi yang menjanjikan saat ini.

Ia juga menyebutkan bahwa langkah Indonesia jadi salah satu peluang besar yakni dalam pengembangan proyek pembangkit listrik yang bersumber energi bersih.

“Kami sudah mengalokasikan sekitar USD 150 miliar untuk pembiayaan energi bersih di 15 negara, salah satunya di Indonesia merupakan negara yang menjadi prioritas dukungan pendanaan kami. Kami sangat mendukung langkah dan upaya PLN dan Indonesia dalam menciptakan energi yang lebih bersih,” ujar Sheng Hetai.

Sebagai informasi, kerja sama PLN dengan Sinosure merupakan salah satu dari serangkaian kerja sama akselerasi transisi energi Indonesia. Dalam forum China-Indonesia Business Forum, PLN mengambil kesempatan untuk segera mengeksekusi berbagai peluang kerja sama.

Diketahui bahwa PLN banyak menjalin kerja sama juga dengan pihak lain dalam pembiayaan hijau. Seperti dengan World Bank, Asian Development Bank (ADB), dan negara-negara seperti Jepang, dan Arab Saudi. (Rls/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here