Beranda Akses Kenalkan Pemanfaatan Sampah Diusia Sekolah

Kenalkan Pemanfaatan Sampah Diusia Sekolah

JAMBI, AksesNews – Anak-anak sangatlah penting untuk dikenali dengan sampah, terutama dalam dunia pendidikan yang mana di usia itu, anak-anak harus tau bagai mana dampak negatif dari sampah. Selain itu, hal yang paling penting iyalah bagaimana cara mengatasi sampah baik yang bisa di daur ulang atau tidak.

Dalam masalah ini, peran guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak didik, maka guru juga harus mampu memahami cara pemanfaatan sampah supaya dapat di ajari ke muridnya.

Seperti yang di lakukan Titien Suprihatien yang merupakan Fasilitator daerah Tanoto Foundation dari SMPN 11 Batanghari, dalam pengaplikasian materi pencemaran lingkungan kelas VII, dirinya memanfaatkan popok bekas sebagai media tanam.

“Kita sering menemukan popok di tempat sampah atau di rumah bekas bayi, saya meminta peserta didik untuk membawa agar bisa digunakan menjadi media tanam,” ujarnya.

Menurutnya, gel yang terdapat di dalam popok bekas dapat menampung air, sehingga tanah yang disiram air tidak cepat kering. Dengan penggunaan gel dari popok bekas, dapat mengurangi intensitas penyiraman karena air tertampung oleh gel sebelum dialirkan perlahan-lahan.

Menjaga kebersihan dan menghindari penularan penyakit, sebelum digunakan pihaknya menyarankan agar menggunakan sarung tangan dan masker, lalu bersihkan popok bekas.

Selain popok bekas, sekolah berkonsep go green ini juga memanfaatkan handuk bekas untuk membuat pot bunga, dan media ban bekas untuk menaruh tanaman.

Hal yang sama juga dilakukan SMPN 21 Batanghari. Rahmiyati yang juga fasilitator daerah Tanoto Foundation juga membuat pot bunga dari botol – botol bekas, hingga kerajinan siswa.

SDN 131/IV Kota Jambi sebagai sekolah mitra Tanoto Foundation juga mengadakan pembelajaran dengan memanfaatkan kertas bekas yang tidak terpakai dan banyak yang ada di ruang kantor.

“Banyak kertas tidak dipakai, lembar sebaliknya bisa digunakan untuk membuat post-it, menempel hasil karya anak, dan lainnya,” ujar Ibu Nurfaidah.

Nurfaidah setelah mendapatkan pelatihan Tanoto Foundation selalu menggunakan media-media yang ada di sekitar sekolah untuk menjadi media maupun alat pembelajaran. Selain memanfaatkan barang yang ada, juga mampu menekan biaya pengeluaran sekolah.

“Yang pasti lebih irit bahkan gratis,” ungkapnya.

Sementara itu, di Tanjung Jabung Timur tepatnya di SMPN 31, Ema Faorika memanfaatkan bekas bungkus jajanan atau snack untuk mengidentifikasi zat adiktif pada makanan dan minuman pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester I.

“Dengan belajar langsung mengidentifikasi zat adiktif pada makanan dan minuman, siswa akan lebih berhati-hati dalam memilih jajanan,” jelasnya. (Bahara Jati)

DRadio 104,3 FM Jambi