Beranda Akses Warga Keluhkan Limbah Dapur SPPG di Simpang III Sipin, Parit Berbau-Air Berminyak

Warga Keluhkan Limbah Dapur SPPG di Simpang III Sipin, Parit Berbau-Air Berminyak

10

JAMBI, AksesNews – Kehadiran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lorong Darmomulyo, RT 33, Kelurahan Simpang III Sipin, terus menimbulkan masalah dengan warga sekitar.

Beberapa bulan lalu, limbahnya dibuang ke parit yang melewati permukiman warga, sehingga menimbulkan bau, serta air menjadi kotor, berbusa, dan berminyak.

Belum selesai persoalan limbah, kini muncul lagi masalah pengisian gas yang menggunakan mobil truk bertonase besar. Hal ini berdampak pada kerusakan jalan lingkungan di sekitar lokasi. Pengisian tersebut diketahui telah dilakukan beberapa minggu lalu.

Karena sebelumnya sempat dilakukan, pada Rabu (22/4/2026) pihak SPPG berencana kembali mengisi gas menggunakan mobil truk bertonase berat. Rencana ini diketahui warga dan didiskusikan melalui grup WhatsApp.

Sebagian warga menolak karena khawatir jalan rusak, terutama pada bagian got di samping jalan.

“SPPG ini akan mengisi gas dengan mobil ukuran Fuso. Saya tidak setuju karena ini jalan lingkungan dan juga berisiko meledak,” kata warga sekitar, Feri Gunadi, yang rumahnya bersebelahan dengan lokasi SPPG, Kamis (23/4/2026).

Ketua RT 33, Andre, menyayangkan keberadaan SPPG yang dinilai kerap menimbulkan gejolak, mulai dari persoalan limbah, pengisian gas, hingga izin lingkungan yang belum ada.

Sementara itu, terkait masalah limbah yang sempat dikeluhkan warga beberapa bulan lalu, disebut belum ada perbaikan signifikan. Air limbah masih berbau dan tampak kotor.

“Warga tidak menolak adanya SPPG ini, tapi patuhi aturan, jangan ‘basibagak’. Izin lingkungan cepat diurus, limbah dibereskan, dan tidak boleh mengisi gas dengan mobil besar,” ujar Andre, yang juga merasa kesal karena namanya kerap dicatut.

Memanggapi hal itu, Direktur PT Kocai Satu Rasa, mitra SPPG Simpang 3 Sipin 001, Ade Ariyanti, menjelaskan bahwa penggunaan truk bertonase besar terjadi karena kendala kendaraan.

“Kemaren kendala nya mobil kecik dari metro gas lagi rusak, jadi bisa dipakai mobil besar. Terkait mobil besar yang biasa isi gas di dapur dapur MBG yang lain ( bukan cuma di dapur kami ) sudah di sampaikan oleh Kepala SPPG untuk ijin dengan Ketua RT,” ujarnya.

“Namun Ketua RT tidak mengijinkan, dan kami memilih untuk tidak jadi mengisi dengan mobil besar tersebut,” timpalnya.

Masalah limbah ini, kata Ade, usai diributkan warga beberapa bulan lalu, pihaknya sudah membuat bak resapan di dalam dapur 2 buah. Jadi air yang keluar sudah bersih dibuang ke parit.

“Ada air bewarna putih-putih masuk ke got itu air yang dipakai tukang mencuci tangan, karena kami lagi ada pekerjaan. Jadi itu bukan air limbah dari dapur,” ujarnya.

Ade juga menyebut bahwa keberadaan SPPG turut membantu warga sekitar, dengan mempekerjakan 14 orang dari lingkungan RT 33.

“Bahwa kami ingin berusaha dengan aman dan nyaman, warga sekitar dapat bekerja. Kami akan selalu mematuhi aturan dan kalau ada yang kurang akan kami perbaiki dan kami minta maaf,” ungkapnya. (*/Red)