Beranda Akses Kemarau Pengaruhi Harga Cabe Merah dari Petani hingga Pedagang

Kemarau Pengaruhi Harga Cabe Merah dari Petani hingga Pedagang

JAMBI, AksesNews – Harga Cabe Merah yang capai RP 70 ribu per-kilo di pasar tradisional dalam kota Jambi, saat ini masih tergolong harga tinggi. Sebelumnya harga cabe merah kisaran RP 54 ribu hingga RP 56 ribuan perkilonya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi, Ariansyah mengatakan mahalnya harga cabe tersebut salah satunya disebabkan oleh musim kemarau, Selasa (16/07/2019).

Sesuai ramalan cuaca BMKG, memang wilayah indonesia memasuki musim kemarau yang mana puncak kemarau pada Agustus mendatang.

Tidak hanya pengaruh cuaca, tingginya harga dari petani juga menjadi salah satu faktor terjadinya kenaikan harga. Ditambah lagi Provinsi Jambi hanya sebagai pemasok cabe merah dari provinsi Jawa, seperti Mutilang, Magelang, Purworejo, Wates dan sebagainya.

“Saat ini harga cabe ditingkat petani masih tinggi, tadi malam harga cabe mencapai Rp 54 ribu sampai Rp 56 ribu perkilonya. Kemudian margin dan sebagainya pagi ini mencapai Rp 68 ribu sampai Rp 70 ribu,” jelasnya.

Menurut Ariansyah, permasalahan harga cabe ini bukan permasalahan rantai dagang, tetapi suplai dari petani yang terbatas dan harganya cukup tinggi.

“Kita anggap ini bukan masalah di rantai dagang, kalau permasalahan di rantai dagang kita bisa masuk di rantai perdagangan, dimana titik yang bisa menaikkan harga. Tetapi masalahnya suplaynya yang kurang,” jelasnya.

Kebutuhan cabe di Provinsi Jambi yang mencapai 30 ton perhari, Ariansyah mengungkapkan akibat musim kemarau ini Jambi hanya dapat memasok sekitar 6 ton cabe perharinya.

Dalam mengatasi permasalahan harga ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas terkait.Pihaknya meminta bisa atau tidak membeli langsung cabe ditingkat petani dan melakukan Operasi Pasar (OP) lalu menjualnya ke masyarakat.

” Kita putus rantai distribusi, kita mulai dengan cabe lokal. Cabe lokal sedang dicari dan ternyata harganya juga sama mahalnya sama di Jawa, Harganya 50 perkilo. Artinya harga cabe ditingkat petani memang masih tinggi,” tutupnya. (Bjs/Alpin)