Beranda Akses 80 Guru SD Tanjabtim Dilatih Pembelajaran Aktif

80 Guru SD Tanjabtim Dilatih Pembelajaran Aktif

JAMBI, AksesNews – Sedikitnya 80 guru dari 16 sekolah dan madrasah di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mengikuti kegiatan pelatihan praktik baik pembelajaran di SD dan MI, kegiatan tersebut hasil kerja sama Tanoto Foundation dengan Pemerintah Kabupaten Tanjabtim, di aula sekretariat PKK Tanjabtim tersebut digelar selama tiga hari, senin-rabu (12-14/11/2018).

Sekretaris Dinas Pendidikan Tanjabtim, Mamiati, mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya, pembelajaran aktif dan kooperatif sangat penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dikatakannya, praktik belajar siswa melalui mengamati, interaksi, komunikasi dan refleksi merupakan salah satu pembelajaran yang ideal.

“Guru dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensinya, agar mutu pembelajaran semakin meningkat,” ujarnya, di sela sambutan pembukaan pelatihan praktik baik pembelajaran di SD dan MI, Senin, (12/11/2018).

Pihaknya ingin agar guru mengambil manfaat dari pelatihan ini, “semua peserta harus ikut dari awal sampai akhir, Bapak Ibu meninggalkan sekolah juga dalam rangka belajar untuk meningkatkan mutu pembelajaran siswa,” tambahnya.

Marmiati menambahkan, Dinas Pendidikan berterima kasih atas kerja sama program PINTAR Tanoto Foundation dengan Pemerintah Kabupaten Tanjabtim. “Kerja sama ini tidak boleh disia-siakan oleh guru dan kepala sekolah, dengan adanya pelatihan ini kita berharap dapat membawa kemajuan pendidikan di Tanjabtim,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, peserta aktif mengikuti jalannya kegiatan, “pelatihan kali ini kita bagi dua gelombang, agar pelatihannya lebih terarah dan fokus, gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 12-14 November dan 15-17 November untuk gelombang ke dua,” ungkap Medi Yusva.

Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jambi Training Specialist untuk Sekolah Dasar Tanoto Foundation Jambi, Fitria Hima Mahligai, menyebut setelah pelatihan selesai, peserta juga akan didampingi di sekolahnya.

Selain pelatihan juga ada pendampingan untuk memastikan keterlaksanaan materi pelatihan. “Dukungan fasda dibutuhkan setelah pelatihan, sehingga peserta menjadi percaya diri,” pungkas Fitri, panggilan akrabnya. (Hms)

DRadio 104,3 FM Jambi