
JAMBI, AksesNews – Kemarahan warga tak terbendung ketika sudah beberapa hari ini Jambi dilanda kemacetan lalu lintas, yang disebabkan banyaknya truk batubara. Seperti yang dilakukan seorang pria di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Senin (10/10/2022).
Seorang pria paruh baya tersebut, nekat menangani kemacetan yang terjadi dengan menenteng kayu sepanjang kurang lebih 2 meter. Ia menghampiri sopir truk batubara karena dianggap biang kemacetan.
Aksi ini terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam video berdurasi 01.12 menit itu, terlihat seorang pria berjalan dengan membawa kayu, dan mengenakan pakaian kaos singlet warna putih. Ketika mennghampiri truk batubara, pria ini menyuruh sopir truk tersebut untuk putar balik.
“Aksi heroik bapak-bapak sendirian. Putar balik truk batubara, jalan kembali normal, walau masih macet sedikit-sedikit,” ujar seorang laki-laki yang merekam aksi tersebut.
Gultom, warga sekitar, mengatakan bahwa pria berkaos singlet itu merupakan warga Kelurahan Paal Merah, dan beraksi untuk mengurai kemacetan. Tidak melakukan hal yang buruk kepada sopir.
“Sekitar 09.00 WIB kemarin. Mungkin dia juga kesal karena kemacetan yang terjadi di sini,” ujarnya, Selasa (11/10/2022).
Bambang, petugas keamanan yang melihat aksi itu, menyampaikan bahwa pria itu kesal lantaran truk batubara lewat saat masih pagi. Tidak sesuai dengan jam operasional truk angkutan batu bara yang ditetapkan pemerintah.
“Kemarin macet total, kendaraan sulit bergerak. Makanya, ia mengatur dengan menyuruh sopir truk batubara putar atau parkir di pinggir jalan. Sedangkan truk angkutan sawit dan karet, dibiarkannya,” katanya.
Kemacetan lalu lintas di Jambi terus-menerus menjadi keluhan warga. Terjadi keterlambatan bekerja dan pergi ke sekolah akibat kondisi tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Dhafi mengatakan memang penyebab utama kemacetan lalu lintas di Jambi yakni banyaknya angkutan batu bara yang melintas. Bahkan, angkutan ini bertambah sampai 20 persen setelah adanya lokasi pertambangan yang baru. Padahal, jalur khusus angkutan batubara, belum selesai dibangun.
“Kami mendapatkan informasi bahwa ada pertambangan batubara yang baru. Pemrpov Jambi dan Dirjen Minerba mungkin bisa menjelaskan persoalan ini. Memang ada kenaikan jumlah angkutan batubara 10 sampai 20 persen,” ujarnya, Senin (10/10/2022). (Msa)


