Beranda Akses 2 Buron Kasus Korupsi Pengerjaan Jalan di Tebo Berhasil Ditangkap

2 Buron Kasus Korupsi Pengerjaan Jalan di Tebo Berhasil Ditangkap

Kejati Jambi menangkap dua buronan kasus korupsi pengerjaan jalan di Kabupaten Tebo.
Kejati Jambi menangkap dua buronan kasus korupsi pengerjaan jalan di Kabupaten Tebo.

JAMBI, AksesNews – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung dan Kejati Jambi menangkap 2 orang buronan kasus korupsi pekerjaan peningkatan Jalan Pondok Rangon Kabupaten Tebo yang merugikan negara hingga Rp 48 miliar. 

Kedua buronan ini adalah Musashi Putra Batara dan Saryono. Mereka ditangkap di kediaman masing-masing. Musashi ditangkap di Jakarta, Selasa (08/06/2021) dan Saryono ditangkap di kompleks perumahan DPRD Telanai Pura, Kota Jambi, Rabu (09/06/2021).

Musashi sudah divonis bersalah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jambi tertanggal 16 April 2021. Dia terbukti bersalah berdasarkan Pasal 3 juncto Pasal 18 Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Musashi divonis 5 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara. 

“Terpidana diamankan di Jalan Dukuh, Kramatjati, Jakarta Timur, karena ketika dipanggil untuk melaksanakan hukuman oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi Terpidana tidak datang,” kata Asisten Intelijen Kejati Jambi, Jufri, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (09/06/2021). 

Kajari Tebo, Imran Yusuf, mengatakan kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatan Musashi mencapai Rp 15 miliar. Kemudian perbuatan Saryono menyebabkan negara merugi Rp 33 miliar. 

“Namun di putusan ada sedikit perbedaan penafsiran jadi sekarang masih upaya hukum kasasi,” kata Imran, Rabu (09/06/2021) kemarin. 

Musashi diterbangkan ke Jambi Rabu (09/06/2021) dengan menumpang pesawat Batik Air untuk menjalani masa hukumannya. Musashi tiba di Jambi sekitar pukul 13.50 WIB dikawal oleh pihak Kejati Jambi dan Kejari Tebo.

Sementara itu, Saryono sudah divonis bersalah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jambi tertanggal 4 Mei 2021. Mantan Direktur Utama PT Rimbo Peraduan ini divonis 5 tahun penjara dengan Rp 300 juta subsider 2 bulan penjara. 

Perkara yang menimpa dua terpidana ini merupakan lanjutan dari kasus yang sebelumnya menjerat mantan Kadis PUPR Kabupaten Tebo, Joko Paryadi. (Jmk/*)

DRadio 104,3 FM Jambi