Beranda Akses Ketum LPKNI Minta Polisi Buru Preman Berkedok ‘Debt Collector’ Finance

Ketum LPKNI Minta Polisi Buru Preman Berkedok ‘Debt Collector’ Finance

KOTAJAMBI, AksesJambi.com – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI), Kurniadi Hidayat sangat berang melihat kejadian yang sedang viral, Jumat (06/07/2018) di Kawasan Srengseng, Jakarta Barat, terkait penarikan sepeda motor dengan membawa seorang pelajar yang masih dibawah umur itu sudah sangat keterlaluan.

Kurniadi Hidayat meminta kepada Kepolisian Jakarta Barat agar memburu pelaku Debt Collector tersebut dan menindak juga pihak Mega Finance bila perlu ditutup kantor Finance tersebut. Karena tanpa perintah dari Finance tidak mungkin Debt Collector akan bertindak.

“Kami meminta kepada seluruh jajaran kepolisian, agar tunduk kepada perintah atasannya Bapak Kapolri Tito Karnavaian agar memerangi Debt Collector, dan menindak lanjuti segera semua laporan masyarakat terkait perampasan serta menghukum pihak Finance yang memberikan tugas atau kuasa kepada Debt Collector,” pintanya.

Dengan adanya tindakan tegas dan serius dari kepolisian dalam memberantas Premanisme yang berkedok Debt Collector, tentu kepercayaan masyarakat sebagai konsumen merasa terlindungi. Sehingga, kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian akan memberikan nilai plus sebagaimana Visi dan Misi Bapak Kapolri Tito Karnavian “PROMOTER” Profesional, Modern dan Terpercaya.

Kenyataan dilapangan, saat ini masih banyak dugaan Oknum yang lebih membela Finance dengan dugaan menolak laporan konsumen secara halus, mengulur-ulur waktu penyelidikan atau menerima laporan finance untuk memanggil konsumen yang kreditnya telah menunggak, padahal kendaran masih atas nama konsumen dan tidak pernah diover alihkan.

Selain itu, Ketua Umum LPKNI Kurniadi Hidayat juga meminta kepada Kapolri Tito Karnavian, agar menindak tegas anggotanya yang terbukti memainkan hukum dan tidak mengayomi masyarakat. “Kami meminta kepada Bapak Kapolri agar menindak tegas anggotanya yang tidak patuh terhadap aturan dan intruksi Kapolri,” pangkasnya. (Syahrul)

DRadio 104,3 FM Jambi