Beranda Akses Sang Singo Kumpeh, Raden Mattaher Jadi Pahlawan Nasional

Sang Singo Kumpeh, Raden Mattaher Jadi Pahlawan Nasional

Raden Mattaher, salah satu Pahlawan Nasional terbaru tahun 2020.
Raden Mattaher, salah satu Pahlawan Nasional terbaru tahun 2020.

JAMBI, AksesNews – Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) akan menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh negara dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020 nanti, di Istana Negara, Jakarta.

Salah satunya adalah cucu Sultan Thaha Syaifuddin yakni Raden Mattaher. Anak dari pangeran Kusin Bin Pangeran Adi itu, akan jadi Pahlawan Nasional kedua yang berasal dari Jambi setelah kakeknya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Jambi, Arief Munandar yang mengatakan, Raden Mattaher akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

“Iya, pada hari pahlawan 10 November nanti Pak Presiden akan menyerahkan gelar pahlawan nasional untuk Raden Mattaher kepada ahli warisnya, Ratumas Siti Aminah Ningrat (Nina) di Istana Negara,” kata Arief Munandar, Sabtu (07/11/2020).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi juga mengusulkan nama pahlawan Jambi lainnya yakni Depati Parbo sebagai Pahlawan Nasional. Namun, baru nama Raden Mattaher yang diakui negara.

“Pengusulan Raden Mattaher sebagai pahlawan nasional sudah dilakukan beberapa kali oleh Pemprov Jambi. Alhamdulilah, akhirnya Raden Mattaher ditetapkan juga sebagai pahlawan nasional,” ucapnya.

Untuk syaratnya, kata Arief, yakni harus ada buku, kajian akademis, data otentik, pembentukan panitia anugerah dan kelompok diskusi terpumpun. Namun, syarat paling penting adalah sang pahlawan tidak pernah tunduk dan menyerah kepada Belanda.

Singo Kumpeh, Panglima Perang yang Tenggelamkan Kapal Belanda 

Untuk diketahui, Raden Mattaher sendiri merupakan salah satu panglima tangguh yang dimiliki oleh Sultan Thaha Syaifuddin saat melawan penjajahan Belanda. Sosok Raden Mattaher dikenal sebagai Mat Tahir, yang bertugas sebagai panglima perang.

Saat berjuang melawan pemerintah kolonial Belanda, Raden Mattaher memimpin perang yang bergerak di wilayah Muara Tembesi hingga ke Muara Kumpeh. Raden Mattaher dilahirkan di dusun Sekamis, Kasau Melintang Pauh, Air Hitam, Batin VI, tahun 1871.

Pada tahun 1858, Sultan Thaha Syaifuddin dan Raden Mattaher berhasil menenggalamkan satu kapal perang Belanda Van Hauten di perairan Muaro Sungai kumpeh. Dari peristiwa tersebut, Raden Mattaher diberi gelar sebagai Singo Kumpeh.

Perjuangan Raden Mattaher berakhir pada 10 September 1907, ia dimakamkan di komplek pemakaman raja-raja Jambi di tepi Danau Sipin Jambi. Untuk mengenang jasa Raden Mattaher, namanya diabadikan sebagai salah satu rumah sakit umum daerah di Provinsi Jambi.

Nama-nama Tokoh Sudah Melalui Proses Seleksi

Untuk kelima tokoh lainnya, yakni Sultan Baabullah dari Maluku Utara, Kapolri pertama Jendral Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Jakarta, mantan Menteri Informasi Arnold Mononutu dari Sulawesi Utara, tokoh Sumpah Pemuda asal Sumatra Utara Sutan Mohammad Amin Nasution.

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan, upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara pada tanggal 10 November dengan inspektur upacara Presiden RI. Ada enam calon penerima gelar pahlawan tahun 2020.

“Apabila tidak ada perubahan, Presiden akan menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh. Nama-nama tentunya sudah melalui proses seleksi oleh Kementerian Sosial dan Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan,” jelasnya.

Nantinya, upacara penganugerahan ini, kata Juliari P Batubara, bakal dihelat usai upacara tabur bunga laut yang dilakukan di perairan teluk Jakarta Pukul 08.00 WIB, dan dipimpin langsung oleh inspektur upacara Ketua DPR RI Puan Maharani. 

Disamping itu juga, akan ada berbagai acara pendukung lainnya yang digelar dan dapat diikuti anak-anak muda karena memang ingin menanamkan nilai-nilai pahlawan kepada generasi muda. (Team AJ/*)

DRadio 104,3 FM Jambi