Beranda Akses YouTuber asal Merangin, Amkha Al Islami Dituding Lakukan Penipuan

YouTuber asal Merangin, Amkha Al Islami Dituding Lakukan Penipuan

MERANGIN, AksesJambi.com – Jejaring Sosial Media (Sosmed) Facebook di Merangin dihebohkan dengan tudingan seorang YouTuber asal Merangin yang lagi naik daun yaitu, Amkha Al Islami diduga lakukan penipuan.

Tudingan ini diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama YT Putri Daka Rabu (05/01/2022), sekitar pukul 20.00 WIB malam tadi.

Dalam postinganya tersebut, YT menulis “NGAKU YOUTUBER BERPENGHASILAN TINGGI HUTANG SAMA GUA SAJA GAK MAMPU BAYAR. PENIPU DAN PENGECUT. HATI-HATI BUAT YANG LAIN JANGAN SAMPAI KETIPU SAMA INI ORANG AYO BANTU KAWAL SAMPAI JERUJI BESI BIAR  KAPOK NI ORANG“.

Saat ditemui, Kamis (06/01/2022), YT Putri Daka menceritakan, masalah ini berawal dari pembelian satu set Kamera Cannon type 600 D satu bulan yang lalu.

“Sayo kesal, dio (Amkha Al Islami, red) sampai saat ini tak kunjung melunasi pembelian kamera,” ungkap YT Putri Daka.

Selain itu, dirinya juga kesal karena pemilik Chanel YouTube AA’IS TV itu tidak memiliki itikat baik untuk melunasi sisa pembelian kamera seharga Rp 2.700.000 juta tersebut.

” Kamera itu sayo jual dengan dio seharga Rp 2.500.000, baru dibayar Rp 1.400.000. Janji dio yang Rp 1.300.000 lagi, seminggu kemudian. Tapi ditunggu sampai sekarang tidak kunjung dilunasi. Malah sayo yang diancam,” terangnya.

YT mengaku, kalau seandainya masalah ini dibawa keranah hukum dirinya siap menghapi, dikarenakan ia memiliki cukup bukti. Kalau postingan yang dibuatnya tersebut, tidak bohong dan benar adanya.

Sementara itu, Pemilik Chanel YouTube AA’IS TV yang sudah memiliki 29,8 ribu subscriber tersebut menjelaskan, dirinya tidak mengetahui permasalahan mendasar. Entah kenapa pemilik akun YT Putri Daka memposting photo dirinya, dengan bertuliskan kalimat penipu.

“Saya gak tau problem yang mendasar, sehingga akun tersebut memvonis saya seorang penipu,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan, akan melaporkan pemilik akun tersebut ke pih yang berwajib. Karena dianggap sudah mencemarkan nama baiknya.

“Ini sudah ranah Undang-undang pencemaran nama baik saya lagi. Besok saya akan buat laporan kepihak berwajib,” tegasnya. (Jon/*)