Beranda Akses 3 Pelajar SMA Tewaskan Temannya, Utang Tak Dibayar

3 Pelajar SMA Tewaskan Temannya, Utang Tak Dibayar

SAROLANGUN, AksesJambi.com – Sebanyak 3 orang remaja di Kabupaten Sarolangun, Jambi, tega menganiaya temannya sendiri hingga tewas. Penganiayaan ini terjadi karena para pelaku kesal utang salah satu dari mereka ditagih oleh korban.

Para pelaku, yakni berinisial AR (17) dan DS (17), telah ditangkap. Sedangkan seorang pelaku lainnya masih diburu polisi. Ketiga pelaku masih termasuk pelajar SMA.

Sebelum pembunuhan ini terjadi, korban berinisial NA (17) menagih utang Rp 150.000 kepada DS. Tidak terima terus ditagih, DS membuat rencana jahat.

“Pembunuhan tersebut dilatar belakangi persoalan hutang piutang antara NA dan DS. Utang itu antara DS dan NA yang jumlahnya Rp150.000,” kata Wakil Polres Sarolangun, Kompol Sandy Mutaqin Pranayudha, Rabu (03/08/2022).

DS kemudian mengajak NA bertemu di hutan, Bukit Tigo, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Selasa (28/07/2022).

Sesampainya, NA dikeroyok DS bersama 2 temannya. Bagian belakang NA dipukul dengan kayu oleh salah satu pelaku. Akibat pengeroyokan ini, NA meninggal dunia.

“Terjadi penganiayaan terhadap korban sehingga menyebabkan kematian terhadap NA,” ujar Sandy.

NA yang tidak bernyawa diletakkan di sungai dan ditutupi dengan tumpukan kayu dan karung berisi pasir. Sedangkan ketiga pelaku berhasil melarikan diri.

Sosok pelajar SMK Al Fattah Pelawan ini sempat dinyatakan hilang. Pada hari Rabu (06/07/2022), barulah jasadnya ditemukan, yang membuat warga sekitar geger.

Kasus tersebut terungkap juga karena beberapa barang bukti ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Ponsel milik korban membuka tabir misteri di balik kematiannya.

“Korban dianiaya dan dikeroyok oleh tiga orang temannya di lokasi ditemukannya mayat tersebut. Sesuai hasil autopsi, terdapat luka lebam di bagian kepala belakang korban. Para pelaku merupakan teman main di luar sekolah,” ujar Sandi.

Para pelaku ini dijerat Pasal 304 KUHP, Pasal 351 Ayat 3 KUHP, Pasal 80 Ayat 3 KUHP, dan Pasal 76 C Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan pelaku yang belum ditangkap, kata Sandy, sudah diketahui keberadaannya. “Hanya menunggu proses penangkapannya saja,” ujarnya. (Msa)