Beranda Akses 5 Alasan Lengsernya Soeharto Sebagai Pemimpin Bangsa Indonesia

5 Alasan Lengsernya Soeharto Sebagai Pemimpin Bangsa Indonesia

ARTIKEL, AksesNews – Soeharto, yang merupakan Presiden kedua Republik Indonesia yang menjabat sejak 1967 hingga 1998. Selama menjabat 32 tahun lebih ini, Soeharto dikenal sebagai bapak pembangunan. Selain itu, mampu mengangkat Indonesia sebagai negeri agraris maupun maritim. Tak hanya itu, sosok Soeharto juga disegani oleh beberapa negara di Asia. Maklum, sebagai seorang ABRI yang berpangkat jenderal, dirinya mampu membawa pertahanan Indonesia sebagai macan Asia.

Selain banyak programnya yang berhasil, tetapi Bapak Orde Baru ini dikenal sebagai tangan besi, banyak catatan hitam yang membuat gejolak bagi rakyat Indonesia. Selain itu, dirinya dikenal sebagai anti Kritik, sehingga kebebasan pers tak tumbuh, sukarnya untuk berpendapat, berkumpul dan sebagainya.

Meski menjabat puluhan tahun, jabatan presidennya harus dilepaskan. Bukan karena habisnya masa periode, tetapi karena desakan rakyat Indonesia.

Tepat pada Bulan Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri. Banyak masyarakat yang tak menyangka jika Soeharto mengambil keputusan seberani itu. Padahal, dirinya memiliki kekuatan didalam sistem birokrasi maupun militer di Indonesia.

Pengunduran dirinya Soeharto sebagai presiden, penulis merangkum Lima Faktor penyebabnya, yakni:

Pertama, Memburuknya situasi perekonomian di Indonesia saat itu karena krisis moneter sejak Juli 1997. Krisis ini dipengaruhi perekonomian di Thailand yang membuat para Investor takut melakukan kerjasama di bidang perekonomian baik itu bilateral maupun multilateral, khususnya di negara Asia Tenggara.

Kedua, Soeharto yang terpilih sebagai presiden kedua Indonesia ini dianggap sebagai pemimpin yang sudah dipahami karena setiap kebijakan harus melalui dirinya.

Ketiga, terjadinya perpecahan di dalam kabinet, MPR, ABRI dan Birokrat lainnya.

Keempat, tuntutan untuk revolusi namun lebih diperhalus menjadi reformasi oleh pelajar saat itu karena Soeharto dinilai sebagai pemimpin yang tidak demokratis, pelanggar HAM dan KKN. Pemimpin oposisi pun ikut handil dalam tuntutan ini, seperti Amin Rais, Megawati, Abdurahman Wahid dan lainnya.

Kelima, Mahasiswa di seluruh negeri ini melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran dan berhasil menduduki Gedung MPR RI. Dalam aksi tersebut, berbagai tuntutan di suarakan, salah satunya kebebasan hak berpendapat. Pada aksi ini, khusus di Ibukota Indonesia, Jakarta banyak fasilitas umum yang hancur bahkan gedung-gedung rusak berat. Tak hanya itu, banyak toko-toko di jarah oleh oknum yang mengambil kesempatan dalam situasi tersebut.

Dari tragedi tersebut, beberapa mahasiswa diculik yang sampai kini tak tau lagi dimana keberadaannya. Pada puncak keberhasilan para mahasiswa saat Soeharto menyatakan sikap dengan resmi mengundurkan diri sebagai presiden. Mahasiswa saat itu dikenal sebagai angkatan 98.

Meskipun masih banyak alasan yang lain, bagi saya seorang penulis mengambil 5 faktor tersebut sebagai alasan lengsernya Soeharto sebagai Pemimpin Bangsa Indonesia.

Penulis: Lampita Nababan (Mahasiswi Fakultas Keguguran dan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jambi)
*Artikel ini sebagai tugas kuliah Menulis Kreatif

DRadio 104,3 FM Jambi