Beranda Akses Penyaluran Dana Bantuan PKH Jaluko ‘Dimainkan’ hingga Pin ATM Diminta

Penyaluran Dana Bantuan PKH Jaluko ‘Dimainkan’ hingga Pin ATM Diminta

MUAROJAMBI, AksesNews – Bantuan Pemerintah pusat melalui Progran Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan melalui kementrian Sosial (Kemensos) yang diberikan kepada masyrakat Mendalo Laut, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi menuai konflik berkepanjangan.

Pasalanya penerima bantuan PKH desa tersebut protes, karena bantuannya dinilai tak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Masyarakat yang menjadi anggota penerima bantuan PKH merasa ditipu oleh Ketua PKH beserta pengurus Desa Mendalo Laut. Lantaran mereka tak menerima bantuan non tunai berupa beras sejak April 2019 sampai dengan Januari 2020 lalu.

Tidak sampai di situ saja, bantuan berupa uang tunai yang diberikan kepada anggota PKH desa tersebut tidak sesuai nominal yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Diduga bantuan tersebut dimanipulasi dan diberikan kepada penerima PKH tidak sesuai dengan nominal yang ditetapkan kementerian sosial, hal ini dikatakan oleh penerima PKH desa Mendalo Laut.

“Kami penerima PKH sudah tidak menerima bantuan beras sejak April tahun lalu 2019, padahal kami menerima setiap bulannya dan awal tahun kami baru dapat lagi di tahun 2020,” kata Mai, salah satu penerima PKH, Senin (11/05/2020).

Selain itu, Mai mengatakan bantuan uang tunai yang diberikan melalui kartu ATM juga dialami, karena uang yang diberikan tersebut tidak sesuai dengan nominal yang ditrasfer ke ATM. Penerima PKH menduga bantuan tersebut dan uang tunai diambil oleh pengurus.

“Awalnyo kami sudah curiga jugo, ATM kami diminta dengan pengurus, alasannyo mau ambek beras sekalian nak ambek duit di ATM. Pin kami jugo diminta. Kalo dak mau ngasih ATM namo kami nak dihapuskan dari penerima PKH’ (mengulangi kata Ketua PKH),” jelas Mai.

Mai mengatakan, pada saat penarikan bantuan PKH terjadi pemotongan bervariasi. Ada yang Rp 300 ribu sampai Rp 400 Ribu. Biasanya dirinya bisa dapat Rp 600 ribu dan triwulan ini hanya terima Rp 400 ribu per triwulan.

“Kami tahunyo pas cek rekening koran di bank, pas dibagi duit itu kami dak dibagi struk penarikan duit itu. Pas diminta katonyo dak ado, yang anehnyo duit di rekening koran itu dak sesuuai dengan yang kami terimo selamo ini,” kata salah satu anggota PKH yang lain yang enggan disebutkan namanya.

Saat di konfirmasi awak media, Kades Mendalo Laut, Tamrin Membenarkan kejadi tersebut. “Permasalah ini sudah masuk ke tahap perundingan, Pengurus dan pendamping PKH sudah saya panggil dan mereka berjanji akan menganti kerugian,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Pendamping PKH Mendalo Laut, Hendri belum dapat dikonfirmasi, yang menimbulkan tanda tanya? Apakah ada keterlibatan pendamping PKH dalam dugaan kasus pengelapan dana PKH tersebut, pasalnya penerima PKH merupakan anggota dampingannya. (Duha)

DRadio 104,3 FM Jambi