Beranda Akses Penuhi Panggilan Polisi karena Kritik Pemerintah, Iin Habibi Tolak Bungkam

Penuhi Panggilan Polisi karena Kritik Pemerintah, Iin Habibi Tolak Bungkam

JAMBI, AksesNews – Ketua Umum Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Provinsi Jambi, Inta Umri Habibi memenuhi panggilan Ditkrimsus Polda Jambi terkait postingan di akun Pribadinya (Medsos) atas dugaan pencemaran nama baik dan melanggar Undang-undang ITE, Kamis (04/06/2020).

Intan Umri Habibi yang kerap disapa Iin memenuhi panggilan ditkirmsus Polda Jambi pada Pukul 10.00 WIB, Kamis (04/06/2020) di dampingi pengurus Badko Jambi, serta pengacara Helmi, SH dan Sekwil Pemuda Pancasila, Taufan Junaidi.

Pemanggilan ke Polda Jambi ini merupakan untuk memberikan keterangan dan klarifikasi kepada penyidik atas postingannya di dinding media sosial Facebook di akun miliknya dengan nama ‘Iin Habibi’.

Iin mengatakan, selama memenuhi panggilan, dirinya diperiksa selama Lima (5) jam oleh tim penyidik menanyakan apa maksud dari postingan di Facebook pribadinya beberapa waktu lalu.

“Saya membaca pemberita di media online Detik News terkait kasus OTT yang mana mengatakan ibu Rahima (Istri Gubernur Jambi) pada saat menjadi saksi di berita tersebut dengan menuliskan narasi, bahwa perempuan yang hebat, perempuan yang lihai, tidak takut dijerat, dengan menampilkan fotonya,” teranya Iin Habibi

Lebih lanjut, Iin menambahkan bahwa dia juga menuliskan Narasi Berkah dibalik robohnya tuntas, The Queen Of The King, Namun ia mengaku jika narasi tersebut tidak ada maksud apa-apa.

“Saya fikir beliau memang mendapatkan berkah menjadi ketua PKK, dan Pak Fahrori Umar menjadi Gubernur dan tidak ada maksud apa-apa karena pada faktanya mereka memang mendapatkan berkah dari robohnya atau tertangkapnya pak Zumi Zola,” ungkap Iin.

Menurutnya, selaku mahasiswa untuk mengkritik pejabat pemerintah merupakan bagian hal yang wajar.

“Tugas kami sebagai mahasiwa tentunya mengkritik yang membagun serta koordinatif. Pemerintah tidak perlu alergi, meski kritikan yang sedikit keras dari mahasiswa itu sah-sah saja,” tegasnya.

Tidak hanya itu, seusai diperiksa selama 5 jam oleh pihak penyidik Polda Jambi atas dugaan kasus pelanggaran UU ITE ditanya apakah dirinya pernah mendapat ancaman dari pihak pelapor, Iin Habibi mengaku memang ada didatangi beberapa orang.

“Yang namanya kritik itu tidak boleh di bungkam, saya tidak Menjustifikasi bahwa ancaman itu suruhan dari mereka. Tapi memang ada utusan-utusan yang menemui saya, yang meminta saya untuk diam tidak memberikan kritikan-kritikan lagi kepada Gubernur,” kata Iin.

Namun, Iin mengatakan tidak mengindahkan ancaman tersebut karena menurutnya kritik itu tugasnya mahasiswa, terlebih dirinya sebagai Ketua Umum BADKO HMI Jambi banyak Mengkaderisasi teman-teman Organisasi lain dan harus memberikan contoh dalam memberikan kritikan-kritikan yang membangun untuk daerah.

Sementara itu, Kuasa Hukum Iin Habibi, Helmi, SH mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan dari klarifikasi kliennya, dirinya akan koperarif dan akan melihat perkembangan selanjutnya.

“Kedepannya, kami masih menunggu perkembangan dari pihak penyidik, dan kami berterima kasih kepada teman-teman yang bisa mendampingi serta memberi semangat kepada kami dan untuk pemberitaan agar objektif dan fair, karena kami akan tetap kooperatif,” pungkasnya. (Duha)

DRadio 104,3 FM Jambi