Beranda Akses Full Day School: Solusi Pendidikan atau Tantangan Baru?

Full Day School: Solusi Pendidikan atau Tantangan Baru?

9

OPINI, AksesNews – Pendidikan terus mengalami perubahan seiring berkembangnya zaman. Sekolah tidak lagi hanya dituntut mampu mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan keterampilan hidup yang dibutuhkan di masa depan. Dalam konteks tersebut, penerapan full day school hadir sebagai salah satu model pendidikan yang dianggap mampu menjawab tantangan zaman.

Dengan waktu belajar yang lebih panjang di sekolah, sistem ini diharapkan dapat menciptakan proses pendidikan yang lebih terarah, terkontrol, dan menyeluruh. Namun, di balik harapan tersebut, muncul pertanyaan penting: benarkah full day school menjadi solusi pendidikan, atau justru menghadirkan tantangan baru?

Di satu sisi, full day school menawarkan banyak peluang positif. Waktu belajar yang lebih panjang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga lewat kegiatan ekstrakurikuler, penguatan karakter, pembiasaan disiplin, dan aktivitas yang menumbuhkan kreativitas.

Dalam perspektif pendidikan Islam, sistem ini bahkan dapat menjadi ruang yang baik untuk menanamkan nilai-nilai akhlak, membangun budaya religius, serta membiasakan peserta didik menjalani kehidupan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Jika dirancang dengan tepat, full day school dapat menjadi sarana pendidikan yang lebih holistik dan bermakna.

Namun, keberhasilan sebuah sistem pendidikan tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu belajar. Full day school juga memiliki tantangan yang tidak sedikit. Peserta didik dapat mengalami kelelahan fisik maupun mental jika kegiatan belajar tidak dikemas secara menarik dan proporsional. Guru pun dituntut lebih kreatif agar pembelajaran tidak monoton.

Selain itu, kesiapan fasilitas sekolah, dukungan orang tua, serta kemampuan lembaga dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Tanpa perencanaan yang matang, full day school berisiko hanya menjadi penambahan jam sekolah tanpa peningkatan kualitas pendidikan yang berarti.

Di sinilah pentingnya perencanaan pengembangan pendidikan Islam. Sebuah kebijakan pendidikan harus dirancang berdasarkan analisis kebutuhan, kesiapan sumber daya, serta tujuan pendidikan yang jelas. Perencanaan juga perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari guru, orang tua, peserta didik, hingga masyarakat, agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Dalam pendidikan Islam, prinsip musyawarah, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan pendidikan yang efektif dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, full day school bukan semata-mata soal menambah waktu belajar di sekolah, tetapi tentang bagaimana waktu tersebut dikelola menjadi proses pendidikan yang berkualitas. Jika dirancang dengan baik, sistem ini dapat menjadi solusi untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki nilai spiritual yang kuat. Namun, jika diterapkan tanpa perencanaan yang matang, full day school justru dapat menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan. Karena itu, yang paling dibutuhkan bukan sekadar sekolah yang lebih lama, melainkan perencanaan pendidikan yang lebih bijak, manusiawi, dan berorientasi pada masa depan peserta didik.

PENULIS: Qonita Izzati, S.Kom