Beranda Akses Pimpin Upacara Hardiknas ke-78, Bupati Fadhil Arief Bacakan Amanat Kemendikdasmen

Pimpin Upacara Hardiknas ke-78, Bupati Fadhil Arief Bacakan Amanat Kemendikdasmen

29

BATANGHARI, AksesJambi.com – Pemerintah Kabupaten Batang Hari menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-78 tahun 2026. Acara ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan pendidikan untuk meninjau kembali arah dan tujuan pembangunan sumber daya manusia di daerah tersebut.

​Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, hadir langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan pidato resmi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, Bapak Abdul Mu’ti, di hadapan para peserta upacara yang terdiri dari unsur pendidik dan pelajar.

Peringatan Hardiknas tahun ini secara khusus menekankan pada penguatan dasar dan nilai pendidikan melalui implementasi sistem among. Konsep ini menitikberatkan pada tiga pilar utama dalam mendidik generasi muda, yaitu asah yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan.

Selain aspek intelektual, sistem among juga mengedepankan nilai asih atau pemberian kasih sayang dalam proses belajar mengajar. Pilar terakhir adalah asuh, yang mewujud dalam bentuk pendampingan serta pembinaan berkelanjutan agar karakter peserta didik terbentuk dengan baik.

​Langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Pada hakikatnya, pendidikan adalah sebuah proses panjang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun watak dan peradaban yang bermartabat.

Adapun tema Hardiknas 2026 yang dirilis oleh Kemendikdasmen adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini menjadi panggilan bagi seluruh elemen untuk terlibat aktif dalam meningkatkan standar pendidikan di tanah air tanpa terkecuali.

Pesan utama dari tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lingkungan keluarga, hingga sektor swasta. Melalui sinergi seluruh elemen masyarakat ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa. (Nira/*)