Beranda Akses Rektor Unja Minta Kepastian Waktu Penyelesaian Jalan Khusus Batu Bara PT SAS

Rektor Unja Minta Kepastian Waktu Penyelesaian Jalan Khusus Batu Bara PT SAS

22

JAMBI, AksesNews – Rektor Universitas Jambi (Unja), Prof. Helmi, menyoroti pembangunan jalan khusus batu bara yang dikerjakan oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) serta rencana pembangunan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Ia menilai proyek tersebut perlu memiliki kepastian waktu penyelesaian agar tidak berlarut-larut.

Prof. Helmi mengatakan, pembangunan jalan khusus batu bara memang merupakan kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas angkutan batu bara agar tidak lagi menggunakan jalan umum. 

Namun, menurutnya, proyek tersebut harus memiliki target waktu yang jelas sehingga masyarakat mengetahui kapan infrastruktur tersebut dapat diselesaikan.

“Pembangunan jalan khusus itu memang wajib, tetapi harus ada jangka waktu yang jelas. Jangan sampai tidak diketahui kapan penyelesaiannya,” kata Helmi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, rencana pembangunan jalan khusus batu bara tersebut telah ada sejak 2012. Namun hingga saat ini, proyek tersebut belum juga rampung sehingga diperlukan kepastian dari pihak perusahaan terkait progres penyelesaiannya.

Menurut Helmi, kejelasan waktu penyelesaian menjadi penting agar masyarakat dan pemerintah dapat memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut benar-benar berjalan sesuai rencana.

Di sisi lain, ia juga menyoroti proses pembebasan lahan yang masih berlangsung sebagai bagian dari tahapan pembangunan jalan khusus tersebut. Proses ini, kata dia, harus dipastikan berjalan dengan jelas dan transparan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Selain itu, Helmi mengingatkan bahwa setiap kegiatan pembangunan tentu memiliki potensi dampak positif dan dampak negatif terhadap masyarakat sekitar. Oleh karena itu, perusahaan diminta memastikan dampak negatif yang mungkin timbul dapat diminimalisir dan ditangani dengan baik.

“Dalam setiap pembangunan pasti ada dampak, baik positif maupun negatif. Yang penting adalah bagaimana dampak negatif itu bisa dinetralisir dan ditangani dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya upaya pemulihan lingkungan apabila terjadi kerusakan akibat aktivitas pembangunan. Menurutnya, perusahaan harus memiliki komitmen untuk melakukan pemulihan lingkungan sehingga tidak menimbulkan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, Helmi menyinggung potensi dampak terhadap aktivitas pendidikan di dua perguruan tinggi yang berada di jalur angkutan batu bara menuju stockpile milik PT SAS, yakni Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Jika jalur khusus menuju stockpile tidak segera diselesaikan, maka angkutan batu bara berpotensi tetap menggunakan jalan umum.

“Setiap harinya Unja saja dilalui sekitar 1.500 mahasiswa, Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas perkuliahan serta keselamatan mahasiswa,” tukasnya. (Rls/*)