Beranda Akses Terapkan “Circular Economy”, Sampah Plastik Jadi Barang Bernilai Ekonomi

Terapkan “Circular Economy”, Sampah Plastik Jadi Barang Bernilai Ekonomi

JAMBI, AksesNews – Sampah plastik memang sudah menjadi masalah di mana-mana, hal ini adalah salah satu masalah yang sangat sulit untuk diatasi. Wajar saja karena banyak sekali dampak negatif yang ditemukan dari masalah tersebut.

Sudah banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi masalah dari kantong plastik tetapi tetap saja menanggulangi masalah seperti ini memang sulit. Untuk Kota Jambi , pemerintah sudah membuat peraturan dan membuat cara agar dapat mengurangi sampah dari kantong plastik.

Tentu hal ini tidak dapat langsung diterima secara baik di kalangan masyarakat terutama masyarakat awam mereka hanya merasakan susah dari ketidak adaannya kantong plastik yang biasa mereka gunakan dan mereka merasa berat ketika menggantinya dengan keranjang belanja yang rutin dibawa setiap berbelanja.

Padahal peraturan ini dapat mengurangi sampah plastik disekitar kita, maka dari itu memang perlu cara ini untuk mengurangi kantong plastik di pusat pembelanjaan dan toko modern.

Menurut saya ketika adanya peraturan untuk mengurangi kantong plastik, itu adalah suatu hal yang dapat mengurangi masalah yang terjadi di lingkungan sekitar kita, yang kita lihat selama ini begitu banyak sampah yang menjadikan suatu kawasan menjadi kotor dan tidak sehat, namun tak dapat dipungkiri bahwa hal ini tentu juga berdampak dari model ekonomi yaitu gaya hidup yang instan membuat pengguna plastik lebih banyak.

Pencemaran serius seperti ini seharusnya juga menjadi perhatian kita semua karena dampak dari kantong plastik butuh waktu lama bahkan beratus tahun untuk terurai, tak hanya itu masalah seperti ini juga bisa meracuni hewan, tanah dan air di bumi ini.

Bayangkan jika kita terus menerus menggunakan kantong plastik itu sama saja seperti kita membeli sampah dan menambah masalah.
Peraturan yang telah ada harus di patuhi, alangkah baiknya jika kita membawa tempat belanjaan sendiri agar kota kita menjadi bersih dan sehat.

Walaupun dilain sisi saya merasakan ke khawatiran akan terjadinya pengangguran yang menumpuk karena sudah berkurangnya buruh di pabrik pembuatan kantong plastik. Tentu ada benarnya pengurangan penggunaan kantong plastik memang bagus untuk diterapkan tetapi tetap saja jika dilihat dari dampak negatifnya perekonomian juga akan melemah karena semakin banyaknya pengangguran di setiap kota.

Tetapi dari sisi positif bahkan orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan sekalipun bisa menjadi pengusaha karena mengembangkan ide kreatifnya untuk mendaur ulang sampah plastik yang bisa dijadikan kerajinan yang unik, ketika kita sudah melakukan itu tentu kita telah menerapkan circular economy untuk merubah sampah plastik sebagai komoditas yang bisa dikembangkan.

Hal ini tak hanya meningkatkan perekonomian kita tetapi juga mampu meningkatkan SDM dan menciptakan rantai ekonomi baru di Kota Jambi dan untuk buruh yang kehilangan pekerjaan ataupun khawatir dengan pemutusan hubungan kerja padahal bisa saja perusahaan mengubah bahan yang akan dibuat menjadi kantong plastik ramah lingkungan yang bisa digunakan saat berbelanja.

Maka dari itu kurangilah pemakaian kantong plastik karena ketika memproduksi kantong plastik yang banyak tentu juga memerlukan biaya yang besar daripada menggunakan tas belanja per individu serta dari hal itu kita juga bisa memperbaiki ekonomi dengan hal kreatif dan tidak membuat pemerintah mengeluarkan dana untuk selalu mengatasi masalah yang tak habis-habisnya seperti pencemaran lingkungan serta masalah kesehatan karena setiap masalah yang terjadi tentu berpengaruh terhadap ekonomi.

Penulis: Rahma Yuniarsih, Mahasiswi UIN STS Jambi

DRadio 104,3 FM Jambi