Beranda Akses Kejagung Mulai Lirik Kasus Proyek Pipanisasi di Tanjabbar

Kejagung Mulai Lirik Kasus Proyek Pipanisasi di Tanjabbar

JAMBI, AksesNews – Proyek Pipanisasi Pembangunan Air Bersih di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi yang dikerjakan tahun anggaran 2009-2010, mulai dilirik Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.

Tim Penyidik Satgassus P3TPK (Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi) Kejagung turun langsung ke Jambi. Sejumlah kontraktor yang diduga terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut telah dimintai keterangan, Selasa (30/07/2019) kemarin.

Mereka adalah Hendri Kusuma selaku Team Leader PT Mega Citra Consultan, Eri Dahlan selaku Direktur, dan Sabar Barus selaku Plh Kepala Dinas PU Tanjabbar pada saat itu. Sedangkan, pada pemeriksaan hari ini, Rabu (31/07/2019) nama Syarif Fasha muncul dalam surat panggilan.

Dalam surat yang beredar, dikeluarkan dari Kejagung RI pada tanggal 23 Juli 2019, Syarif Fasha akan dimintai keterangan terkait proyek tersebut pada hari ini, tanggal 31 Juli pukul 09:00 WIB di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.

Namun, dari pantauan wartawan di lapangan, hingga sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (31/07/2019) sore, Syarif Fasha belum juga terlihat hadir di Kejati Jambi untuk menjalani pemeriksaan yang telah dijadwalkan.

Untuk diketahui, Syarif Fasha yang saat ini menjabat sebagai Walikota Jambi saat itu selaku Pelaksana Pekerjaan Proyek Pipanisasi Pembangunan Air Bersih di Kabupaten Tanjabbar tahun anggaran 2009-2010.

Sedangkan tiga orang lainnya, yakni Bupati Tanjabbar Safrial, Yosef Warso sebagai Sekretaris Panitia Pengadaan Barang atau Jasa dan Arsil Suyakun selaku Anggota Panitia, akan diperiksa besok di Kantor Kejati Jambi, Kamis (01/08/2019).

BACA JUGA: Kasus Pipanisasi di Tanjabbar, 4 Tersangka Baru Resmi Ditahan

Mantan Kepala Dinas PU Tanjabbar Ditahan 20 Hari Kedepan

Sebelumnya, Hendri Sastra mantan Kepala Dinas PU Tanjabbar telah divonis bersalah. Dirinya sempat menyebut dua nama kepala daerah yang sedang menjabat saat ini, yang diduga sama-sama menikmati jatah fee hasil korupsi dari proyek itu.

Hal tersebut diungkapkan Hendri Sastra pada persidangan di Pengadilan Tinggi (Tipikor) Jambi tahun lalu. Kasus Korupsi Pembangunan Jaringan Air Bersih di Tanjabbar ini, sudah menyeret empat orang tersangka, dengan kerugian negara sebesar Rp 18 miliar lebih. (Team AJ)