Beranda Akses Polres Tanjab Barat akan Melakukan Penelusuran terkait Dugaan Jaringan JAD di Tanjab...

Polres Tanjab Barat akan Melakukan Penelusuran terkait Dugaan Jaringan JAD di Tanjab Barat

TANJABBAR, AksesJambi.com – Badan Intelejen Daerah (BINDA) Provinsi Jambi menyebutkan ada tiga kelompok radikal jaringan Jamaah Ansarul Daulah (JAD), Kepolisian Resort Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) akan melakukan penelusuran terkait informasi tersebut.

Kapolres Tanjabar AKBP Guntur Saputro mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait keberadaan kelompok pecahan JAD di Tanjab Barat. Dia menegaskan, meski demikian pihaknya tetap terus waspada.

“Kalau kita, saya belum mendapat informasi masuk dari BINDA ya terkait hal itu,” katanya, Rabu (31/03/2021)

Menurutnya, saat ini pihaknya terus memperketat pengawasan dan pengamanan di semua wilayah Tanjab Barat.

“Kita tidak boleh underestimate kejadian di Makasar itu, tetap kita lakukan peningkatan,” tegasnya.

Guntur menegaskan, pihaknya akan melakukan penelusuran lebih dalam terkait informasi dari BINDA Provinsi Jambi tersebut jika Tanjab Barat menjadi satu dari lima kabupaten yang memiliki jaringan JAD.

“Kita akan telusuri lagi jaringan yang ada ini apa mengapa dan gimana,” ucapnya.

Dirinya juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait dengan hal itu. Dia menegaskan nantinya akan menelusuri lebih dalam terkait status jaringan JAD yang ada di Tanjab Barat.

“Apakah itu sudah teridentifikasi apakah itu prediksi,” sambungnya.

Menurutnya sejumlah antisipasi sudah pihaknya lakukan, termasuk tempat ibadah menjelang paskah nanti. Guntur meminta agar pelaksanaan paskah dilakukan secara virtual, selain di masa pandemi juga mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Kita sudah mengumpulkan pengurus 55 gereja di Tanjab Barat dan perayaan Paskah nanti kalau bisa melalui virtual, dan bagi yang tidak online jemaatnya harus diatur,” ujarnya.

Kemudian, koordinasi dengan tempat ibadah juga sudah dilakukan termasuk pengamanan saat paskah nanti. Baik pengamanan dari internalnya maupun dari koordinasi pengamanan luar.

“Dan juga pengamanan internal dan remaja gereja harus di libatkan jemaat yang ada harus di libatkan terdaftar sebagai jemaat di gereja itu,” ungkapnya

Selain itu koordinasi lintas sektor sudah dilakukan pasca terjadinya bom bunuh diri Makassar. Pra tokoh masyarakat dan tokoh agama serta pemuda menjadi prioritas koordinasi.

“Kita juga sudah kumpulkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lintas agama,” lanjutnya.

Kapolres juga meminta semua pihak saling menjaga dan melindungi apalagi saat perayaan agam masing masing.

“Saat paskah nanti semuanya harus saling melindungi saudara saudara yang paskah,” tambahnya.

Mantan Kasubdit Indagsi Polda Jambi ini menyebutkan, jalur laut juga menjadi prioritas untuk pengamanan. Sebab, bisa menjadi jalur masuk bagi orang yang berkepentingan.

“Kemudian kita memiliki jalur air dan darat di prediksi menjadi rawan dan kita sudah tingkatkan dengan kewaspadaan dan meningkatkan pemeriksaan dan memnimilasir yang ada,” tandasnya.

Sebelumnya BINDA Provinsi Jambi menyebutkan terdapat lima daerah yang menjadi wilayah pemantau BIN. Kelima wilayah itu yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Kota Jambi Bungo dan Tebo. Namun, dari lima daerah itu kabupaten Tanjabar merupakan terbanyak keberadaan kelompok pecahan JAD. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi