Beranda Akses Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 melalui Wastafel Pedal

Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 melalui Wastafel Pedal

JAMBI, AksesNews – Ada kalanya mencuci tangan di tempat umum dengan menggunakan kran air justru membuat kita dilanda keresahan. Sebab kran air yang tidak jelas kebersihannya akan kembali disentuh, sehingga berpotensi menyebarkan virus.

Menanggapi keresahan itu, Danang seorang pemilik bengkel las di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi sudah melahirkan inovasi tempat cuci tangan yang digunakan dengan cara diinjak.

“Virus Corona ini seharusnya membuat kita berhati-hati menyentuh sesuatu. Kalau tempat cuci tangan dibuat sembarangan kurang bagus. Terus kami mempunyai pemikiran membuat tempat cuci tangan dengan menggunakan pedal,” katanya, Senin (30/11/2020).

Tempat cuci tangan ini disebut sebagai wastafel pedal, yakni wastafel yang didesain dengan pedal untuk meluncurkan air dan sabun cair.

Disampaikan oleh Danang, wastafel buatannya sudah tersebar di Kantor, Sekolah dan Cafe yang di Jambi. Wastafel buatannya, bahkan sudah sampai di tempat wisata yang ada DKI Jakarta.

“Kalau di Kota Jambi ada beberapa titik, seperti di Café, Kantor. Ada juga di Kabupaten. Lalu ada di Bekasi, walaupun pesannya tidak banyak,” ujarnya.

Kini bengkel las milik Danang memproduksi 6 versi wastafel pedal. Harganya bekisar dari Rp. 500.000,- sampai 1.750.000,-.

Di antaranya terdapat Wastafel yang dilengkapi aliran listrik untuk pemasangan lampu dan wadah air berkapasitas 60 liter.

Selain menggunakan wadah air, Danang juga membuat wastafel yang harus disambungkan dengan mesin air. Bahkan ada wastafel yang dilengkapi dengan tempat untuk meletakan tanaman hias.

“Bahannya itu ada besi Hollow 15 x 15. Penutup atau dindingnya pakai partikel board, karena anti air jika dicat dan tidak ada tekanan. Lalu ada aluminium siku. Sedangkan untuk tali pedalnya kami pakai besi begel atau kawat berukuran 4 mili, yang kami modifikasi,” katanya.

Menariknya Danang juga menggunakan Kap Lampu untuk membuat wastafel versinya.

“Tempat cuci tangannya itu yang kami buat ada pakai wastafel beneran, dan ada yang pakai Kap Lampu,” katanya.

Melalui wastafel buatannya, Danang menganggap sudah berkontribusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Iya sebenarnya, walaupun tidak dipandang, ini kontribusi kami untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” tuturnya (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi