Beranda Akses Klarifikasi Mamat Terkait Organisasi dan Pekerjaan Atas Pelaporannya ke Polisi

Klarifikasi Mamat Terkait Organisasi dan Pekerjaan Atas Pelaporannya ke Polisi

JAMBI, AksesNews – Terkait pelaporan ke Polisi terhadap eks Sekretaris GP Ansor Batanghari, M. Rabwal yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, mengklarifikasi soal pekerjaan dan masalah jabatan organisasi yang pernah disandangnya.

“Saya pengen meluruskan masalah organisasi. Bisnis ini kan, saya berbisnis selama ini tidak pernah membawa-bawa nama organisasi. Sebagian dari organisasi merasa saya sudah membuat malu, saya juga sudah meminta maaf, tetapi setelah saya jelaskan kawan-kawan mengerti,” kata pria yang kerap disapa Mamat kepada AksesJambi.com, Kamis (29/08/2019) kemarin.

Soal pekerjaan, kata Mamat, sebenarnya terpisah antara pribadi dan organisasi. Namun diakuinya, memang statusnya di keanggotaan Ansor, bahwa SK kepengurusannya sudah habis dan sebelumnya ia juga sudah mengajukan pengunduran diri dalam organisasi tersebut.

“Namun memang tidak terproses, karena kesibukan masing-masing, tapi saya sudah sampaikan. Kawan-kawan di organisasi sudah mengetahui terkait kasus ini dan kawan-kawan juga support terhadap kasus ini dan membantu komunikasi dengan kawan-kawan yang lain,” kata Mamat.

Saat ditanya sikap dirinya terkait kasus pelaporan ini, Mamat mengaku siap menjalani proses hukum yang ada. Namun, menurutnya apa yang tercantum dari penyataaan kuasa hukum pelapor tidak semuanya benar dengan fakta yang terjadi.

“Tidak semuanya benar, kami sama-sama bekerja bukan meminjam modal dan kita juga sudah pernah berbagi keuntungan di pekerjaan awal. Kalau saat ini kan sudah masuk ke ranah hukum, mau tidak mau harus dihadapi, yang pasti saya akan klarifikasi dengan pihak kepolisian dan ada prosesnya kan. Insya Allah kita siap,” tegasnya.

BACA JUGA: Diduga Lakukan Penipuan, Eks Sekretaris GP Ansor Batanghari Dilaporkan ke Polisi

Mamat Siap akan menjalani proses yang sudah ada, dirinya juga tidak akan pernah berupaya melarikan diri dan menghindar. “Harapan saya, karena kita ini sudah bekawan. Kalau bisa ya berkawan lah. Tapi kalau juga masih ngotot masalah hukum, mau tiduk mau harus dihadapi,” harapnya.

Sebelumnya, dalam cantuman surat tanda terima laporan, sesuai catatan di Polda Jambi, disebutkan telah terjadi dugaan tindakan pidana penipuan dan penggelapan sesuai pasal 378 dan atau 372 KUHP, yang terjadi di Bank 9 Jambi Pasar Jambi.

Daud, Kuasa Hukum Pelapor, mengatakan bahwa M. Rabwal sudah dilaporkan ke Polda Jambi dengan sangkaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sesuai pasal 378 dan atau 372 KUHP, pada 22 Agustus 2019 dengan nomor laporan STPL/198/VIII/2019/POLDA JAMBI/SPKT”C”. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi