Beranda Akses Opsetan Harimau Sumatra Akan Dijual Seharga Rp 150 Juta

Opsetan Harimau Sumatra Akan Dijual Seharga Rp 150 Juta

JAMBI, AksesNews – Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera, bersama Polda Jambi berhasil menggagalkan penjualan opsetan Harimau Sumatra dan dua gading gajah.

“Tim operasi berhasil menangkap pelaku perdagangan ilegal satwa dilindungi, dan bagiannya berupa opsetan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan perdagangan gading gajah pada waktu dan tempat yang berbeda,” kata Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany, didampingi Komandan SPORC Jambi, Beth Vendri di Jambi, Selasa (30/03/2021).

Dalam kasus ini untuk pelaku penjualan opsetan harimau ditangkap pada 23 Maret 2021, di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Selanjutnya Tim juga berhasil menangkap pelaku perdagangan gading gajah (Elephas maximus sumatranus) pada 24 Maret 2021, di Kabupaten Bungo, Jambi.

Dari pelaku juga diamankan barang bukti berupa satu opsetan Harimau Sumatera, dua gading gajah Sumatera, satu unit mobil Daihatsu Grandmax nomor polisi BH 8178 KP warna putih, satu sepeda motor merk Honda Spacy warna putih, satu unit HP merk nokia, satu unit HP merk samsung dan satu unit HP android merk Realme warna ungu.

Untuk pelaku penjualan opsetan Harimau Sumatra adalah tersangka AW (55), ditangkap tim operasi di halaman samping salah satu losmen, di Jalan Lintas Sumatera, Km 3, RT 36, RW 09, Kelurahan Mensawang, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Pelaku mengaku akan menjual opsetan harimau seharga Rp 150 juta.

Sedangkan pelaku penjualan dua gading Gajah Sumatra adalah tersangka HL (53) dan JAG (31), berhasil diamankan di depan salah satu warung makan Jalan Lintas Jambi-Bungo, tepanya di Desa Manggis, Kecamatan Batin III, Kabupaten Bungo, dan pengakuan kedua pelaku akan menjual dua gading gajah seharga Rp 60 juta.

Atas perbuatan para tersangka atau pelaku dikenakan pasal 21 ayat (2) huruf d jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancam pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

“Saat ini ketiga pelaku sudah dilakukan penahanan di Rumah tahanan Polda Jambi untuk melengkapi berkas perkaranya,” kata Sigit Dany.

Sementara itu secara terpisah, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono, menegaskan kejahatan tumbuhan dan satwa liar merupakan kejahatan luar biasa melibatkan jaringan dengan pelaku berlapis dan bernilai ekonomi tinggi.

Kami telah membuat kajian valuasi ekonomi satwa liar bersama akademisi, dengan mempertimbangkan nilai ekologi, nilai valuasi Harimau Sumatera sebesar Rp 1,2 miliar dan gading gajah senilai Rp 3,5 miliar.

Upaya penindakan dan penegakan hukum terus dilakukan, KLHK telah membentuk Tim Intelijen dan Cyber Patrol untuk memetakan jaringan perdagangan ilegal TSL.

“KLHK terus berkomitmen dalam penyelamatan tumbuhan dan satwa liar, sebagai kekayaan sumber daya hayati. Hilangnya sumber daya hayati bukan hanya menimbulkan kerugian baik ekonomi maupun ekologi bagi Indonesia, tetapi juga menjadi kehilangan sumberdaya hayati dan perhatian masyarakat dunia,” kata Sustyo. (Team /AJ*)

DRadio 104,3 FM Jambi