Beranda Akses Pecinta Diecast Jambi Rela Jual ‘Mobil’ Bantu Korban Asap

Pecinta Diecast Jambi Rela Jual ‘Mobil’ Bantu Korban Asap

JAMBI, AksesNews – Bantuan untuk korban asap di Jambi masih sangat dibutuhkan, meski akhir-akhir ini intensitas kabut asap mulai berkurang setelah beberapa wilayah di Jambi diguyur hujan. Namun, mengingat dampak terhadap korban asap tidak bisa hilang begitu saja, seiring turunnya hujan di Jambi.

Seperti yang dilakukan oleh komunitas Pecinta Diecast di Jambi ini misalnya, dari hasil lelang diecast atau mobil-mobilan berskala kecil, mereka sumbangkan untuk membantu korban asap yang terdampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Kita sumbangkan kebutuhan korban, seperti susu dan vitamin untuk anak-anak. Mungkin tidak banyak yang bisa kita bantu, namun semoga ini bisa meringankan penderitaan para korban asap,” kata Sadam, salah satu anggota Diecaster Regional Jambi, di Posko Jambi Darurat Asap, Telanaipura, Kota Jambi, Sabtu (28/09/2019) siang kemarin.

Andi, Diecaster (sebutan untuk seorang pecinta diecast) lainnya menambahkan, bahwa hal positif seperti ini harus ada di komunitas. Selain menambah kegiatan, ada hal yang juga bisa membantu orang lain. “Jadi tidak melulu soal hunting diecast, kopdar dan sharinag. Kegiatan amalnya juga ada,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Muhadi, salah satu relawan Posko Jambi Darurat Asap mengatakan, meski beberapa hari ini Jambi diguyur hujan dan asap sudah mulai hilang. Namun tidak menutup kemungkinan dampak dari asap yang diderita korban berjangka panjang.

“Api mungkin bisa padam, dan asap bisa hilang dengan turunnya hujan. Namun, efek yang diderita korban akibat asap beracun dari Karhutla, tidak bisa pulih begitu saja oleh hujan. Mereka butuh sentuhan layanan kesehatan,” katanya.

Muhadi juga menegaskan, pemerintah baik pusat maupun daerah harus proaktif soal penanganan korban asap. Seperti memberikan fasilitas kesehatan gratis, menyediakan rumah bebas asap, dan memberikan obat-obatan untuk korban asap.

Selain itu, dirinya juga meminta agar pemerintah bertindak tegas dalam memberikan sanksi kepada perusahaan yang lahannya terbakar. Sebab, menurut Muhadi, salah satu penyebab kabut asap ini juga karena pemerintah tidak tegas dalam memberikan sanksi terhadap perusahaan.

“Cabut izin perusahaan yang terbakar dan rawat korban asap. Pemerintah harus serius untuk hal ini. Jika tidak serius, kedepannya kita akan menghirup asap lagi,” pungkasnya. (Bob)

DRadio 104,3 FM Jambi