Selain Hemat Biaya Listrik hingga 70 Persen, PLTS Juga Kurangi Energi Kotor Batubara

Pemasangan PLTS di rumah Kepala DPM-PTSP Provinsi Jambi. Foto: Wahyu Jati/AksesJambi.com
Pemasangan PLTS di rumah Kepala DPM-PTSP Provinsi Jambi. Foto: Wahyu Jati/AksesJambi.com

JAMBI, AksesNews – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Salah Satu (DPM-PTSP) Provinsi Jambi, Donny Iskandar menceritakan ketertarikan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dimulai pada tahun 2005 lalu. Saat itu, ia penasaran dengan panel surya dan langsung membelinya. Ia berhasil menyalakan satu sampai dua lampu dengan menggunakan alat tersebut.

“Saya tahu itu mahal. Tetapi sesuatu yang ingin saya tahu, tak pernah mahal buat saya. Saya juga mempunyai berbagai cara untuk mendapatkannya. Akhirnya setiap kali kami melakukan perjalanan dinas waktu itu, saya sempat menenteng peralatan solar panel sedikit demi sedikit,” tutur Donny, Selasa (29/08/2023).

Ia mendapatkan buku yang diterbitkan Kementerian ESDM bersama bank dunia sekitar tahun 2010. Berbekal buku itu, ia mendalami penggunaan PLTS dan langsung mempraktikkannya di rumah yang lama, terletak di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

“Saya belajar sendiri, tidak ada pembimbing. Saya mempunyai buku pegangan yang diterbitkan Kementerian ESDM tentang energi matahari apa yang boleh dan apa yang tidak, nah itu. Jadi, pendoman saya itu. Bila ada komponen yang rusak, saya perbaiki sendiri atau beli yang baru,” kata Donny.

Pada bulan April 2020 kemudian, ia pindah ke rumah yang baru, yakni di perumahan Citra Raya City. Di sinilah ia menerapkan transisi energi secara total. Donny menyampaikan PLTS-nya juga dilengkapi alat kWh ekspor impor. Dengan alat itu, ia bisa mentransfer dan menjual energi yang berlebih ke PLN.

“PLN tidak membayarnya secara tunai, tetapi menjadi potongan tagihan listrik. Itu per tiga bulan,” katanya.

Apa yang telah diwujudkan Donny itu, selain bentuk penghematan biaya listrik, boleh disebut sebagai teladan untuk menyelamatkan lingkungan. Berdasarkan aplikasi ShinePhone yang terhubung di instalasi listrik rumahnya, Donny selama setahun tidak mengonsumsi 2,7 ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah. Berdasarkan aplikasi itu pula, PLTS-nya telah menyerap 6,8 ton karbon dioksida.

Donny telah merasakan manfaat dan kelebihan PLTS di rumah pribadinya, sejak menggunakan energi ramah lingkungan ini, ia bisa menghemat biaya listrik sebesar 70 persen dibandingkan memanfaatkan energi kotor dari batubara.

Kepala DPM-PTSP Provinsi Jambi, Donny Iskandar. Foto: Wahyu Jati/AksesJambi.com

Sebelum memasang panel surya, Donny harus mengeluarkan biaya listrik hingga berkisar Rp 3 juta per bulan. Sedangkan kini, tarif listrik yang harus dibayarkan pria paruh baya itu hanya sebesar Rp 700.000 hingga Rp 9.00.000 per bulan.

Padahal, rumah dan perlengkapannya sudah tergolong mewah. Terdapat enam unit alat penyejuk udara (AC), termasuk di dapur.

“Saya hidup sudah kayak ‘sultan’ karena memakai ini. Saya menggunakan kompor listrik. Di rumah saja ada enam AC. Sehingga saya mengajak masyarakat untuk menggunakan panel surya,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bisa mengadakan program bantuan instalasi panel surya untuk masyarakat berdaya ekonomi rendah. Bila ini terwujud, masyarakat bisa menghemat biaya sekaligus mampu memenuhi kebutuhan gizi yang baik.

“Dahulu saya sempat berbicara di Bappeda. Kita bisa membantu masyarakat untuk perbaikan gizi atau menurunkan angka stunting, salah satunya memberikan energi gratis,” kata mantan Kepala Bappeda Provinsi Jambi itu.

Menggunakan sistem on grid dan off grid Panel surya yang digunakan Donny berkapasitas 5.500 watt. Benda berbentuk persegi panjang itu berjumlah 32 unit terbentang di atap rumah.

PLTS di rumah Donny sebagian menggunakan sistem on grid dan sebagiannya lagi menerapkan sistem off grid. Sistem on grid, artinya panel surya terhubung dengan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sedangkan sistem off grid, panel surya tidak terkoneksi dengan jaringan PLN dan mengandalkan baterai. Bila listrik dari PLN padam pada malam hari, rumah Donny tetap terang karena langsung menggunakan energi yang terkumpul di dalam baterai.

“Kalau mati lampu rasanya puas nian. Rumah tetangga gelap, sedangkan rumah saya tetap terang,” ungkapnya. (Wjs*/)