Beranda Akses Terjaring Razia, PSK Online di Jambi Akui Pasang Tarif Rp 500 Ribu...

Terjaring Razia, PSK Online di Jambi Akui Pasang Tarif Rp 500 Ribu Sekali Main

JAMBI, AksesNews – Petugas gabungan dari Tim Serigala Polresta Jambi bersama Ditsabhara Polda Jambi melakukan razia rutin dengan sasaran sejumlah kos-kosan yang berada di kawasan Kota Jambi.

Sejumlah kosan yang di razia petugas pada Selasa (28/07/2020) malam kemarin yakni, kosan Alpine yang berada di kawasan Jalan Sri Gunting, Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung Kota Jambi.

Pantau di lapangan, satu-persatu setiap penghuni kamar kos dilakukan pemeriksaan oleh petugas mulai dari pemeriksaan indentitas dan bukti surat nikah yang sah.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mencurigai kamar 112 yang berada di lantai 1. Setelah petugas menunggu sekitar 20 menit, pintu kamar tak kunjung dibuka oleh penghuni kos. Sehingga, pintu kamar kos di buka menggunakan kunci cadangan oleh karyawan kos.

Setelah pintu dibuka, petugas menemukan seorang wanita yakni ML (20) warga Danau Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi tanpa pasangan. Namun, gerak-gerik wanita tersebut mencurigakan dan petugas pun langsung melakukan penggeledahan terhadap kamar wanita tersebut.

Kecurigaan petugas ternyata benar, setelah dilakukan pemeriksaan di kamar ML tersebut, petugas menemuan alat kontrasepsi (kondom) sebanyak 1 bungkus yang disimpan di dalam lemari pakaian.

Setelah dilakukan introgasi singkat oleh petugas, wanita tersebut pun mengakui bahwa kondom yang ditemukan di dalam tersebut adalah miliknya.

“Iya, itu kondom saya. Tadi tuh, makannya agak lama buka pintu karena saya takut ada razia,” sebut ML.

Tak sampai di sana, kemudian petugas juga melakuan pemeriksaan terhadap Handphone (Hp) milik ML dan ternyata benar saja dugaan petugas, bahwa wanita tersebut menjajalkan dirinya melalui aplikasi online MiChat.

“Iya, ini Hp saya dan ini saya juga yang mainkan aplikasi MiChat,” sebutnya.

17 Muda-mudi Terjaring Razia di Kamar Kos, Ada Kondom dan Tisu Magic

Selain itu, ML juga mengakui bahwa dirinya sudah hampir 2 bulan tinggal di kamar Kos Alpine dan menjajalkan diri melalui aplikasi online MiChat.

“Saya di sini kurang lebih hampir 2 bulan, dan biasanya saya menerima tamu Open BO melalui aplikasi MiChat bayar Rp 500 ribu untuk satu kali main,” ungkapnya.

Sementara itu, Katim 1 Serigala Polresta Jambi Ipda Mardendi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa wanita yang terjaring razia tersebut menjajalkan diri melalui aplikasi online MiChat.

“Tadi sudah diperiksa anggota dan ditemukan alat kontrasepsi (kondom) dan aplikasi MiChat yang masih aktif di dalam kamar kos,” katanya.

Selanjutnya wanita tersebut di bawa ke Polresta Jambi guna untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi