Beranda Akses Februari, Pemkot Jambi Akan Bangun Turap di Lokasi Normalisasi

Februari, Pemkot Jambi Akan Bangun Turap di Lokasi Normalisasi

KOTAJAMBI, AksesNews – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi merespon cepat terkait adanya rumah warga yang rusak akibat pengerukan anak sungai dan langsung meninjau lokasi yang berada di Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Jumat (29/01/2021).

Rumah warga yang berada persis di pinggir anak Sungai Batanghari tersebut, rusak terdampak longsor pada bagian belakang di pinggir saluran Sungai Kenali Besar, tepatnya di wilayah RT. 20 Kelurahan Rawasari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang SDA PU Kota Jambi, Yunius mengatakan bahwa pengerukan yang dilakukan di sungai tersebut, lebih tepat disebut sebagai normalisasi sungai yang tujuannya untuk mencegah banjir di wilayah Kota Jambi.

“Itu bukan untuk pembangunan DAM, melainkan normalisasi sungai untuk melancarkan aliran sungai. Lokasi itu menjadi saluran primer anak sungai Batanghari yang masuk dalam program normalisasi,” jelasnya.

Rumah warga di sekitar sungai itu, kata Yunius, berada di tepi sungai. Sehingga berseberangan dengan aturan yang berlaku, 4 meter lagi baru boleh ada bangunan.

Fasha Tinjau Lokasi Rumah Warga yang Rusak Akibat Pengerukan Anak Sungai

Sebelumnya, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan pihaknya akan mengalihkan anggaran untuk pembangunan turap di sekitar sungai tersebut, karena pembangunan ini dinilai mendesak.

“Tetapi dananya tidak besar. Kami harapkan ini dilanjutkan ke pihak BWSS nantinya. Pembangunan ini rencananya dimulai pada bulan Februari tahun 2021, apabila memungkinkan,” sebut Fasha usai meninjau lokasi tersebut.

Selain itu, pembongkaran juga dilakukan oleh Pemkot Jambi pada bagian rumah yang posisinya berada di dekat tebing sungai. Seperti pada rumah milik Nani, karena dapurnya terletak di tebing sungai, sehingga rawan amblas.

“Jadi nanti kami minta izin kepada pemilik rumah untuk kita bantu dibongkar. Mungkin juga bantu dana dan sebagainya,” tambah Fasha.

Pengerukan Anak Sungai, Sejumlah Rumah Warga Kota Jambi Rusak

Sementara itu, Nani selaku warga terimbas longsor tersebut, mengatakan bahwa sudah lebih dari 20 sampai 30 tahun dirinya tinggal di sana. Ketika rumahnya dibangun, sungai di dekat rumahnya tidak selebar sekarang.

“Dulu banyak orang yang mandi di sungai itu. Tapi sekarang orang takut,” sebutnya.

Nani sebenarnya sedikit keberatan dengan bantuan pembongkaran tersebut. Walaupun demikian, ia menuruti kebijakan itu demi keamanan.

“Soalnya tanah kami masih lapang, jika itu dibongkar. Tapi karena demi keamanan, ya sudah lah,” tuturnya. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi