Beranda Akses Tabung Gas 3 Kg Keluaran 2007 Tak Kunjung Ditarik

Tabung Gas 3 Kg Keluaran 2007 Tak Kunjung Ditarik

JAMBI, AksesNews – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI), Kurniadi Hidayat kembali berteriak untuk mengumandangkan permintaannya kepada pihak terkait menarik Gas 3 Kg yang bernomor SNI 1452-2007 dan Diganti dengan nomor SNI 1452-2011.

“Tabung gas 3 kg yang bernomor SNI 1452-2007, riskan akan terjadinya ledakan karena berbahan besi biasa. Sementara gas 3 kg dengan nomor 1452-2011 bahannya baja bercampur titanium. Artinya tidak mudah untuk berkarat (korosi) sehingga tidak mudah terjadi kebocoran serta ledakan,” jelasnya, Jumat (28/12/2018).

Hampir diseluruh Indonesia khususnya di Jambi, menurut Kurniadi masyarakat masih menggunakan tabung gas yang bernomor SNI 1452-2007, sering terjadi kebocoran yang diduga dapat memicu ledakan.

Kurniadi menjelaskan, sejak dikeluarkannya peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia dengan nomor 47/M-Ind/Per/3/2012 sejak tahun 2012 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI), Tabung Baja Secara Wajib belum ada dari tindakan pemerintah yang memutuskan atau menetapkan untuk menarik tabung gas LPG 3 kg yang bernomor SNI 1452-2007.

Selain itu, kata Kurniadi, dalam peraturan Kepala Badan Standarisasi Nasional nomor 7 tahun 2016 tentang sertifikasi alat konversi bahan bakar gas. Tabung baja LPG yang memenuhi syarat adalah SNI 1452-2011 karena katup tabungnya dengan tipe koneksi ulir yang memenuhi SNI 7659:2011.

“Pemerintah bisa mengintruksikan Pertamina untuk menarik gas tersebut dan mengganti dengan tabung gas LPG 3 Kg dengan yang bernomor SNI 1452-2011,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disperindag Provinsi Jambi Ariansyah menyebutkan pihaknya belum mengetahui kapan akan dilakukan penarikan gas itu. “Kita belum ada surat atau pengumuman dari Pertamina,” singkatnya. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi