Beranda Akses Masyarakat di Tepi Laut Tanjab Barat Diimbau Waspadai Badai La Lina 

Masyarakat di Tepi Laut Tanjab Barat Diimbau Waspadai Badai La Lina 

JAMBI, AksesNews – Tim gabungan dari TNI AL, Satpol Air Polre, Basarnas, dan BPBD mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para nelayan yang ada di wilayah Pesisir Jambi untuk tetap mewaspadai dampak Badai La Nina, Rabu (28/10/2020).

Kasat Polair Polres Tanjab Barat, Iptu Saiful mengatakan, pihaknya tengah melakukan aksi sosialisasi dalam bentuk imbauan kepada masyarakat yang berada di Tepi Pantai Tanjab Barat dan sekitarnya karena dampak La Nina.

“Kita sudah memberi imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai dampak dari Badai La Nina. Selain masyarakat, para nelayan juga diminta waspada. Pasalnya, gelombang dan angin kencang kerap datang tiba-tiba di Pesisir Pantai Jambi,” jelasnya.

Aksi sosialisasi tersebut menyusul juga imbauan dari Presiden yang meminta masyarakat lebih tanggap bencana dan mempersiapkan diri mengantisipasi dampak badai La Nina terutama di tiga sektor yakni pertanian, perikanan, dan perhubungan.

Untuk diketahui, La Nina merupakan fenomena iklim global yang ditandai dengan adanya anomali suhu muka air laut di Samudera Pasifik tengah ekuator. Di lokasi tersebut, suhu muka air laut lebih dingin dari biasanya.

Terpisah, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun BMKG Sultan Thaha Jambi, Kurnianingsih mengatakan pada tahun 2020 ini, fenomena alam yang akan terjadi yakni La Nina lemah. Berbeda dengan tahun sebelumnya, fenomena alam yang terjadi yakni El Nino.

“Terdapat perbedaan antara fenomena La Nina rendah dan El Nino, yang menyebabkan terjadinya kekeringan. Sementara La Nina rendah terjadi kelebihan uap air, yang menyebabkan intensitas hujan lebih tinggi,” jelasnya.

Meski demikian, harus di waspadai dampak yang ditimbulkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi tersebut. Intensitas hujan yang tinggi, dapat menyebabkan terjadinya banjir dan rawan longsor.

Perlunya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini pada wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan yang lebih basah dari biasanya. Rata-rata La Nina menimbulkan dampak kenaikan curah hujan sebanyak 40 persen dibanding kondisi normal. 

Wilayah yang akan mengalami musim hujan lebih awal, yaitu salah satunya sebagian wilayah Sumatera. Puncak La Nina diprediksi akan terjadi pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021. 

“Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan yang menyebabkan saluran drainase dan selokan tertutup. Serta memperbaiki lingkungan yang rusak, terutama pada daerah daerah dataran rendah,” pungkasnya. (Bjs)

DRadio 104,3 FM Jambi