Beranda News Tidak Setorkan Uang Nasabah, Mantan Pegawai BTPN Kota Sungai Penuh Diamankan Polisi

Tidak Setorkan Uang Nasabah, Mantan Pegawai BTPN Kota Sungai Penuh Diamankan Polisi

SUNGAIPENUH, AksesJambi.com – Mantan Pegawai Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Kota Sungai Penuh, berinisial SYA, diamankan Kepolisisan Resor (Polres) Kerinci, Rabu (26/03/2021).

Sebelumnya, SYA diduga menerima uang pinjaman nasabah yang akan disetor ke bank, tapi tidak disetor ke oleh SYA, pada Juli 2019. Hasil auditor, BTPN mengalami kerugian mencapai Rp 393.386.065.

Atas perbuatan tersebut, SYA dilaporkan oleh pegawai bank, Derry Christian, ke Polres Kerinci serta dua saksi korban yakni Debitur YSI dan Debitur SRL, dan keduanya sudah dimintai keterangan.

Kapolres Kerinci, melalui Kasat Reskrim Polres Kerinci, Iptu Edi Mardi, mengungkapkan kronologis kejadian sekitar bulan Juli 2019 pihak auditor BTPN pusat melakukan audit terhadap dugaan penunggakan kredit pinjaman debitur.

Setelah dilakukan audit, pihak bank melakukan konfirmasi ke debitur yang bersangkutan. Didapat keterangan dari debitur, bahwa debitur telah melakukan pelunasan pinjaman di BTPN KCP Sungai Penuh dengan cara take over dan menyerahkan uang pelunasan tersebut ke salah satu pegawai bank berinisial SYA.

Kemudian, pihak uaditor melaporkan perkara tersebut ke Unit Tipidter Polres Kerinci untuk penyelidikan lebih lanjut.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, diketahui pegawai bank BTPN yakni SYA, menerima uang pelunasan dari beberapa debitur dan tidak ia lakukan penyetoran. Sehingga menyebabkan kerugian terhadap debitur dan bank.

Berdasarkan hasil penyelidikan didapat dua alat bukti yang cukup dan unit Tipidter melakukan upaya paksa penangkapan terhadap terduga pelaku tersebu, yang saat itu sedang berada di salah satu warung yang berada di Kota Sungai Penuh.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, terduga pelaku mengakui semua perbuatannya yang telah ia lakukan terhadap beberapa debitur, dan kita amankan,” ungkap Edi Mardi, Jumat (28/05/2021).

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 49 ayat 1 huruf a dan b, ayat 2 huruf b UU No. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 Tentang Perbankan Jo Pasal 374 KUHP.

Dengan ancaman hukuman pidana penjara sekurang-kurangnya 5 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda sekurang-kurangnya Rp 10.000.000.000 dan paling banyak Rp 200.000.000.000. (Jnf)

DRadio 104,3 FM Jambi