Beranda Daerah Pengerukan Anak Sungai, Sejumlah Rumah Warga Kota Jambi Rusak

Pengerukan Anak Sungai, Sejumlah Rumah Warga Kota Jambi Rusak

JAMBI, AksesNews – Akibat kanal atau anak sungai yang dikeruk untuk melancarkan aliran air dan mencegah banjir, sejumlah rumah warga di RT. 20, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, ambruk atau mengalami kerusakan.

Namun, kabarnya pengerukan itu tidak dilanjutkan lagi dengan pembangunan turap di tebing sungai, sehingga rumah di sana masih terancam ambruk.

Seorang korban kejadian naas ini, Nani, mengatakan bahwa rumahnya sudah tiga kali ambruk, akibat longsor di sana. Kerusakan pertama kali terjadi, pada bulan Desember akhir tahun 2020.

“Tiga kali sudah ambruk. Pertama kali di malam tahun baru jam 11 malam. Keesokan harinya, ambruk lagi. Terakhir minggu kemarin hari Kamis,” katanya, Kamis (28/01/2021).

Memang tidak semua bagian rumahnya yang mengalami kerusakan. Tetapi bagian dapur dan toilet rumahnya tampak miris, karena longsor tersebut.

Ia pun masih merasa khawatir, apalagi belakangan ini Kota Jambi sering diguyur hujan. Pengerukan ini, kata Nani, sudah beberapa kali dilakukan. Terakhir berlangsung di pertengahan tahun 2020.

“Ini kalau hujan terus-menerus, bakalan ambruk lagi. Sudah rada takut dan ngeri. Pengerukan ini sudah sekitar 3 kali, tapi kalau tak salah terakhir pertengahan tahun 2020 sebelum kejadian ini,” katanya.

Selain itu, Nani juga menyampaikan bahwa ia tidak lagi mempunyai rumah, selain rumah yang sudah rusak tersebut. Sudah sekitar 25 tahun rumah tersebut berdiri. Saat pembangunannya, Nani mengatakan kondisi lingkungan sekitar tidak berbahaya seperti sekarang.

Fasha Tinjau Lokasi Rumah Warga yang Rusak Akibat Pengerukan Anak Sungai

“Sudah selama 25-an tahun saya tinggal di sini. Saat pembangunan, sekitarnya tidak bahaya. Bahkan dulu orang banyak mandi di sungai itu. Tapi sekarang orang takut,” katanya.

Selain Nani, kejadian rumah ambruk akibat longsor juga dirasakan tetangganya bernama Irna yang mengatakan rumahnya juga rusak, karena longsor.

“Kalau hujan terus mengguyur, bukan dapur saja yang kena. Bagian lain juga berangsur kena,” lanjutnya.

Februari, Pemkot Jambi Akan Bangun Turap di Lokasi Normalisasi

Ia juga mengatakan sudah banyak jajaran pemerintah yang datang ke lokasi tersebut. Namun sampai saat ini, belum ada tindak-lanjut untuk membenahinya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan dirinya belum mengetahui kejadian naas tersebut. Namun, ia akan membantu warga korban yang terkena dampak pengerukan ini.

“Saya belum mendapatkan laporan itu. Saya juga tidak tahu yang mengeruk sungai itu siapa. Nanti akan kami bantu, meskipun jika warga pinggiran sungai yang bukan kewenangan Pemkot Jambi,” pungkasnya. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi