Beranda Akses Tak Kantongi Izin, Aktivitas Rencana ‘Stockpile’ Milik PT SAS Dihentikan

Tak Kantongi Izin, Aktivitas Rencana ‘Stockpile’ Milik PT SAS Dihentikan

JAMBI, AksesNews – Pembangunan stockpile batubara di wilayah Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, akhirnya dihentikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dipimpin Asisten II Setda Kota Jambi, Amirullah turun ke lokasi, Kamis (27/07/2023) sore.

Ikut turun Kepala Satpol PP Kota Jambi, Feriadi. Amirullah memerintahkan pengelola lahan stockpile, PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) menghentikan aktivitas pembersihan lahan (land clearing) di lahan seluas 40 hektare itu.

Perintah disampaikan kepada Tim Legal PT SAS, Naekman Malau, disaksikan Camat Telanaipura Rizalul Fikri, Lurah Aur Kenali Totong Wahyudi dan Ketua Forum RT Kelurahan Aur Kenali Pitir Ramli.

“Kami minta pekerjaan pembersihan lahan di lokasi ini dihentikan sampai ada persetujuan warga,” kata Amirullah.

Amirullah menyebutkan, menurut pengakuan pihak PT SAS, mereka mengantongi izin yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pada 2015. Saat ini, izin itu sudah mati.

“Artinya mereka tidak ada izin ,” tegas Amirullah yang sudah malang melintang menjadi pejabat di Pemkot Jambi.

Dari hasil pengecekan ke lokasi, Tim Terpadu Pemkot Jambi menemukan adanya anak sungai yang ditimbun oleh pihak PT SAS. Itu akan menjadi masalah di kemudian hari, karena dapat menimbulkan banjir.

Parahnya lagi, kata Amirullah, lokasi stockpile ini tidak sesuai dengan peruntukannya. Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Jambi, lokasi ini merupakan kawasan pemukiman, bukan untuk pertambangan.

Pemkot Jambi masih menunggu izin yang akan dikeluarkan oleh Pemprov Jambi. Izin stockpile ini wewenang Pemprov Jambi.

“Kalau izin stockpile ini terbit, berarti instansi yang mengeluarkan izin tidak turun ke lapangan. Pemkot Jambi tidak ada mengeluarkan izin stockpile, izinnya dari provinsi,” tandas Amirullah.

Penutupan lokasi stockpile ini disaksikan oleh Tim Legal PT SAS, Naekman Malau dan Kaswanto. Mereka bersedia membuat perjanjian tidak melanjutkan aktivitasnya di lokasi yang berdampingan dengan Sungai Batanghari itu.

Untuk mengawasinya, Kepala Satpol PP Kota Jambi, Feriadi, akan menempatkan petugasnya di lokasi, bekerja sama dengan bhabinkamtibmas dan babinsa.

“Awasi lokasi ini 24 jam. Kalau ada aktivitas langsung dihentikan. Kami jamin tidak ada aktivitas batu bara di sini, sepanjang warga sekitar tidak setuju,” timpal Feriadi.

Tim Legal PT SAS, Naekman Malau, sepakat untuk menghentikan aktivitas mereka sampai persoalan izin yang sedang diurus selesai.

“Ada hal yang memang harus kami selesaikan. Soal perizinan,” katanya.
Malau mengakui lokasi yang sudah dibersihkan ini memang untuk dibangun stockpile dan pelabuhan batu bara.

“Setelah perizinan sudah lengkap, baru kami mengundang masyarakat sekitar, memberitahukan tujuan kegiatan kami,” jelas pengacara di Jambi ini.

Naekman berjanji tidak akan ada aktivitas pembukaan lahan lagi sebelum masalah perizinan selesai. Namun sayang, ditanya soal item perizinan yang mereka miliki, Naekman tidak mau menunjukkannya.

“Nanti saja, tunggu semuanya sudah selesai. Nanti kami undang warga. Warga sekitar sini pasti kami perhatikan,” iming-iming Malau. (Dod/*)