Beranda Akses Beri Arahan ke Seluruh Gadik, Kapolda Jambi Ceritakan Sejarah Adanya SAD

Beri Arahan ke Seluruh Gadik, Kapolda Jambi Ceritakan Sejarah Adanya SAD

JAMBI, AksesNews – Kapolda Jambi, Irjen Pol A. Rachmad Wibowo SIk memberikan arahan kepada seluruh Pembina dan Tenaga Pendidik (Gadik) SPN Polda Jambi, Pondok Meja, Selasa (27/07/2021).

Dalam kunjungannya tersebut, Kapolda didampingi oleh Karo Ops Kombes Pol Feri Handoko , Karo SDM Kombes Pol Anton Soedjarwo, Kasubbid Provost AKBP Bambang dan Koorspri Kompol Mujib, serta dihadiri Waka SPN, Kakorsis, para Pembina dan Gadik.

Kapolda Jambi mengawali arahan dengan menceritakan sejarah adanya orang rimba atau Suku Anak Dalam (SAD), mulai dari zaman pemerintahan Rang Kayo Hitam, sampai mereka turun temurun hidup di hutan, mandiri tidak bergantung pada orang lain, hingga kehidupan mereka sekarang yang kesusahan akibat hutan mereka mulai habis dikuasai oleh perkebunan dan pembalakan liar.

Kemudian, Kapolda Jambi dalam arahannya menyampaikan terkait bagaimana perilaku kita dalam menangani siswa yang sikapnya lain daripada biasanya dan kita harus paham bagaimana cara mendidik anak rimba atau SAD dan Papua yang memiliki karakter yang berbeda.

“Kita perlu mempunyai sikap lain dalam mendidik siswa Diktukba Polri yang berasal dari suku anak dalam, berikan ajaran kepada mereka bahwa mereka bukan lagi masyarakat sipil dan sekarang sudah menjadi prajurit Polri, kemudian jangan disamakan dengan anak-anak Melayu,” ucap IJP Rachmad.

“Kita sama-sama mempunyai kewajiban untuk memberi budaya kepada orang-orang rimba, besar harapannya dari komunitas SAD sangat ingin mereka menjadi anggota Polri, kemudian untuk para pendamping dari papua tolong dampingi adik-adik kita dan tolong di kendalikan adik-adik kita, jika ada permasalahn ataupun kekurangan silahkan di sampaikan kepada Kepala SPN, ” pesan Jenderal bintang dua ini.

Kapolda Jambi dalam arahan penutupnya, berharap Siswa Diktukba Polri SPN Polda Jambi yang dari Suku Anak Dalam itu menjadi anggota Polri dan masih bertemu dengan orang tua.

“Rubah mereka menjadi manusia seutuhnya, tingkatkan kualitas hidupnya dan tolong diperlakukan extra berbeda dari Suku Anak Dalam dan dari Papua,” tutupnya. (Rls/*)

DRadio 104,3 FM Jambi