Beranda Akses Kepala BEI Jambi: Mudah-Mudahan Banyak Perusahaan Mendapatkan Pembiayaan Melalui Pasar Modal

Kepala BEI Jambi: Mudah-Mudahan Banyak Perusahaan Mendapatkan Pembiayaan Melalui Pasar Modal

JAMBI, AksesJambi.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi gelar Workshop Pasar Modal bersama Lion’s Club Jambi di BW Luxury Hotel, Sabtu (27/4/2019).

Workshop yang bertemakan “Membangun Jambi bersama Pasar Modal melalui Go Public” merupakan upaya BEI Jambi untuk terus mengenalkan kepada masyarakat luas khususnya pengusaha di Jambi tentang akses Pasar Modal.

Acara Workshop dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Endang Nuryadin.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi, Fasha Fauziah mengatakan kebanyakan pengusaha untuk membangun usaha, sumber pendanaanya hanya dari perbankan dan multifinance.

Sementara, akses pendanaan lewat pasar modal masih sedikit yang mengetahuinya. Bahkan, di Jambi belum ada satupun perusahaan yang go public atau mendapat pendanaan dari Pasar Modal Indonesia.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini ke depannya akan banyak perusahaan yang mendapatkan akses pembiayaan melalui Pasar Modal,” ujarnya.

Ia menyebutkan pendanaan melalui Pasar Modal masih belum banyak dimanfaatkan di Indonesia. Perusahaan masih menganggap hanya perusahaan besar saja yang dapat masuk ke Pasar Modal atau melantai di bursa efek.

Padahal, kata Fasha, untuk masuk ke Pasar Modal Indonesia syarat minimal perusahaan dengan total aset Rp5 miliar sudah bisa dapat pendanaan lewat Pasar Modal Indonesia.

“Walaupun Rp5 miliar perlu didetailkan lagi itu industri start up atau industri biasa. Saat ini yang melantai di bursa efek ada 629 perusahaan terbuka,” sebutnya.

Tahun 2018, katanya, merupakan tolok ukur pencapaian Pasar Modal Indonesia, sudah pecah telur dari biasanya yang hanya terdapat 33 perusahaan, tahun lalu sudah ada sekitar 57 perusahaan yang terbuka.

“Diharapkan nantinya akan semakin banyak. Dari 57 perusahaan yang terbuka, 13 perusahaan atau 22 persen di antaranya berasal dari luar Jabodetabek,” katanya.

Dalam acara workshop ini, juga disampaikan bagaimana perusahaan bertumbuh dan berkembang, meningkatkan nilai perusahaan/kapitalisasi perusahaan dibanding sebelum go public.

Fasha menambahkan market kapital mencapai Rp7.400 triliun melalui Pasar Modal. Banyak yang belum mengetahui hal ini.

“Mudah-mudahan semakin banyak perusahaan yang aware dan mengetahui manfaat Pasar Modal. Jangan lupa berdonasi, donasi yang dikumpulkan dari acara ini akan diserahkan seluruhnya untuk anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Pada workshop dalam rangka Hari Kartini ini juga dilakukan lelang batik Jambi dan fashion show batik Jambi. (TAJ)