Beranda Akses Terkait Hutang Pemkab, Fadhil: Kita akan Cari Tahu Akar Masalahnya

Terkait Hutang Pemkab, Fadhil: Kita akan Cari Tahu Akar Masalahnya

Bupati Batanghari, M. Fadhil Arief saat diwawancarai AksesJambi.com, Sabtu (27/02/2021).
Bupati Batanghari, M. Fadhil Arief saat diwawancarai AksesJambi.com, Sabtu (27/02/2021).

BATANGHARI, AksesJambi.com – Setelah resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief dan H Bakhtiar harus bergerak cepat untuk menjalankan program dan visi misi Batanghari Tangguh.

Namun sebelum itu, mereka pun juga harus menyelesaikan permasalahan yang belum terselesaikan oleh Pemkab Batanghari di tahun 2020, salah satunya terkait tunda bayar yang mencapai diangka kurang lebih Rp 39 miliar.

Saat dibincangi AksesJambi.com, Bupati Batanghari, M Fadhil Arief mengungkapkan akan mencari dulu akar permasalahan yang terjadi dengan mengumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Batanghari.

Pelunasan TPP dan Gaji PTT Batanghari Jangan hanya PHP

“Senin nanti, kami akan mengadakan rapat dengan seluruh pejabat dinas. Kami ingin tahu angka persisnya berapa dan apa penyebabnya sehingga bisa terjadi masalah ini,” ungkapnya, Sabtu (27/02/2021).

Dikatakannya, sebagai kepala daerah yang menaungi wilayah Batanghari, ia bersama Wabup Bakhtiar akan mengumpulkan data-data transaksi keuangan daerah.

“Kami juga sudah beberapa kali diskusi dengan pihak dewan yakni Waka DPRD. Tapi kami juga ingin mengetahui secara pasti akar masalahnya pada rapat hari Senin nanti,” pungkasnya.

Hutang Puluhan Miliar Jadi ‘Kado Istimewa’ untuk Fadhil-Bakhtiar

Untuk diketahui, Berdasarkan data yang diserahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Batanghari saat rapat lintas komisi (hearing) DPRD Batanghari pada Selasa 23 Februari 2021 lalu, Kasubbid Penganggaran dan Perbendaharaan Bakeuda Batanghari, Gunarto mengatakan, saat ini jumlah kewajiban pemerintah yang belum dibayarkan mencapai diangka Rp 39.198.848.578,-.

Jumlah tersebut terdiri dari, belanja PPKD sebesar Rp 768.600.000, Belanja pihak ketiga fisik APBD senilai Rp 6.708.328.400, belanja ADD tahun 2020 senilai Rp 9.171.532.782, biaya TPP selama tiga bulan di tahun 2020 sebesar Rp 21.245.819.340, lalu gaji PTT bulan Desember 2020 sebesar Rp 6.235.670.800, BPJS Kesehatan PTT senilai Rp 411.418.034 dan BPJS Ketenagakerjaan PTT sebesar Rp 734.103,-. (ANI)

DRadio 104,3 FM Jambi