Beranda Akses 3 Daerah di Jambi Rawan Karhutla, Kemarau Diperkirakan hingga September

3 Daerah di Jambi Rawan Karhutla, Kemarau Diperkirakan hingga September

JAMBI, AksesNews – Ada tiga daerah yang rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi, seperti tahun-tahun sebelumnya. Ketiga daerah tersebut, yakni Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, dan Timur.

Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman usai rapat koordinasi pengendalian Karhutla, di Posko Satgas Gabungan (Satgasgab), Makorem 042/Garuda Putih, Jumat (26/6).

“Kita berharap ada koordinasi yang padu semua sektor, termasuk kita membaca titik-titik lemah tahun lalu untuk kita perbaiki tahun ini, termasuk kesiapan peralatan,” kata Sudirman.

Danrem 042/Gapu dan tim, kata Sudirman, akan turun untuk mengecek sumur-sumur termasuk embung-embung yang pernah dibuat pada tahun 2018 dan 2019, mudah-mudahan masih aktif.

“Kita berharap agar pada saat memasuki masa kemarau, kita sudah siap semua, dari sumber daya manusia atau personilnya, peralatan, termasuk juga kesediaan air yang sering kali langka ketika terjadi karhutla,” jelasnya.

Dengan pertemuan hari ini, pihaknya mencoba menginventarisir berbagai permasalahan, supaya bisa diantisipasi untuk tahun 2020, sehingga paada tahun 2020 jika terjadi kebakaran, bisa lebih baik lagi mengatasinya.

Lintas Sektoral Provinsi Jambi Rapatkan Barisan Kendalikan Karhutla

Sementara itu, Danrem 042/Gapu, Brgjen TNI M.Zulkifli menyampaikan, musim kemarau di Provinsi Jambi diperkirakan berlangsung bulan Juli sampai September 2020 mendatang.

“Hari Senin, 29 Juni, kita rencanakan peningkatan status kesiapsiagaan dalam menghadapi karhutla menjadi siaga darurat. Kemudian, tanggal 2 Juli akan kita laksanakan apel untuk peningkatan status itu,” kata Zulkifli.

Menurutnya, titik api di Provinsi Jambi sudah dipantau dari Januari 2020, sekarang ada beberapa titik ditemukan, tetapi sekarang di Jambi masih ditemukan hujan jadi titik apinya tidak membesar, karena lahan-lahan masih basah.

“Kita kerja sama, sama-sama bekerja, dari Polda, TNI, BPBD, Kehutanan, Manggala Agni, dan lain sebagainya, kita akan organisir. Senin kita naikkan statusnya dulu, kemudian tanggal 2 Juli kita lakukan apel pengecekan.

Rapat yang dipimpin oleh Danrem 042/Gapu, diikuti oleh Pj. Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, perwakilan dari Polda Jambi, dan perwakilan dari BMKG Provinsi Jambi. (Bjs)