Beranda Akses Selama Pandemi, Jumlah Investor Alami Lonjakan

Selama Pandemi, Jumlah Investor Alami Lonjakan

JAMBI, AksesJambi.com – Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Jambi, Fasha Fauziah  saat Media Gathering 2021 secara virtual Jumat (26/3/2021) mengatakan Jumlah investor pasar modal di Jambi mengalami lonjakan yang pesat selama pandemi, namun secara Persentasi Jumlah Investor Pasar Modal di Jambi  dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Provinsi Jambi hanya 0,58 persen.

Secara tahunan, pertumbuhan SID Bulan Januari sampai Februari Tahun 2020 hanya sebanyak 137 SID. Sementara itu, diera new normal ini pertumbuhan SID Bulan Januari sampai  Februari Tahun 2021 sebanyak 1.588 SID. Itu artinya persentase pertumbuhan SID Januari sampai Februari sebesar 1.059 persen.

Jumlah investor di Jambi juga banyak dari kalangan muda diusia 18 tahun sampai 25 tahun.

jumlah Single Investor Identification (SID) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia Jambi sebanyak  46 persen atau  9.769 SID direntan usia 18 tahun sampai 25 tahun.

Sementara itu, diposisi kedua yang mendominasi yakni usia 31-40 tahun sebesar 20 persen atau 4.186 SID. Urutan ketiga adalah investor dengan rentan usia 26 sampai 30 tahun sebanyak 19 persen atau 4.023 SID . urutan keempat yakni rentan usia para pensiunan  41 smapai 100 tahun sebesar 15 persen atau 3.046 SID. Secara keseluruhan jumlah SID hingga Februari 2021 ini sebanyak 21.166 SID.

“Banyaknya minat pelajar dan mahasiswa ini karena kami sangat massif  melakukan edukasi kepada mereka  di sekolah maupun di kampus. Kami juga menghadirkan Galeri Investasi di tiap kampus sebagai media edukasi bagi mahasiswa maupun dosen,” kata Fasha.

Sementara itu berdasarkan gendernya, investor berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada perempuan. Tercatat ada 12. 760 laki-laki yang menjadi investor pasar modal dan 8.084 investor perempuan di pasar modal Jambi.

Fasha menyebutkan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengapa investor laki-laki memiki minat lebih tinggi. Menurutnya, jika secara subjektif kebanyakan perempuan akan lebih suka berinvestasi dengan barang yang bisa dipakai seperti emas.

“Biasanya gitu kalau perempuan suka investasinya emas, itu penglihatan kita secara subjektif,” ujarnya. (KHO)

DRadio 104,3 FM Jambi