Beranda Akses Catatan Kebaikan Nayla di Hari Guru Nasional 2019

Catatan Kebaikan Nayla di Hari Guru Nasional 2019

JAMBI, AksesNews – Kurikulum 2013 adalah kurikulum nasional yang menjadi acuan bagi pendidikan sekolah sekarang ini. Sekarang ini sedang marak di sekolah dalam membangun pendidikan karakter kepada siswa. Program pendidikan karakter sendiri diharapkan dapat membentuk generasi yang berkarakter dan berprestasi.

Saat ini, guru harus ekstra keras dalam membentuk karakter baik dalam diri siswa, bukan hanya bagaimana membuat siswa berprestasi, namun menjadikan siswa berkarakter dalam kebaikan. Sehingga guru harus membuat gagasan baru untuk memotivasi siswa melakukan kebaikan sehingga berpengaruh terhadap pengembangan karakternya.

SDN 47 Kota Jambi merupakan salah satu sekolah mitra Program PINTAR Tanoto Foundation di bawah binaan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) FKIP Universitas Jambi. Salah satu kegiatannya adalah mendorong orang tua siswa terlibat aktif mendukung penuh proses kegiatan di dalam kelas masing-masing.

Adalah Ibu Dewi Sutria, guru kelas VI SDN 47 Kota Jambi yang membuat sebuah gebrakan membuat catatan kebaikan dari dan oleh siswa di kelasnya untuk membangun pendidikan karakter.

Ibu Dewi menuturkan, untuk membangun karakter kebaikan siswa perlu sejak dini, tidak hanya melakukan kebaikan, namun siswa tersebut harus mencatat kebaikan apa yang dilakukannya.

Berawal dari Dukungan Orang Tua

Pagi itu, Kamis, (10/10/2019), Nayla Ramadhani Fitri (11 th) datang tepat waktu bersama teman-temannya ke sekolah, mereka antusias untuk mengikuti pembelajaran pada hari itu, ternyata mereka akan menyalin catatan kebaikan yang selama ini dilakukan, ditulis, dan dimasukkan oleh siswa ke dalam kertas warna warni yang dilipat seperti amplop lalu ditempel ke dinding.

”Anak-anak sangat antusias melihat proses penyalinan catatan kebaikan yang mereka buat,” ujar Ibu Dewi (44 th) mengawali percakapan.

Menurut Ibu Dewi, gerakan mencatat kebaikan ini bermula dari keinginan paguyuban orang tua kelas VI agar anak mereka mengingat kebaikan apa yang telah mereka lakukan, dengan begitu ia akan selalu berbuat baik kepada sesama, ”Orang tua siswa menginginkan tertanamnya dalam memori anak untuk selalu berbuat kebaikan,” ujar Dewi.

Akhirnya berkat permintaan orang tua siswa, tercetuslah ide untuk setiap siswa memiliki amplop di dinding kelas yang berisi catatan-catatan kebaikan yang ditulis siswa setelah mereka menulis kebaikan.

Menurut Ibu Dewi, catatan kebaikan adalah Catatan kebaikan itu jika kita menolong atau berbuat kebaikan, lalu dicatat dan dimasukkan ke dalam amplop.

”Terwujud setelah banyak mendengar masukan dari paguyuban orang tua,” tukas Ibu Dewi.

Apalagi setelah dirinya mendapatkan dukungan dari kepala sekolah, “kebetulan kan, bapak kepala mengikuti pelatihan peran serta masyarakat dari Tanoto Foundation, jadi kami mendapatkan support untuk terus melaksanakan program mencatat kebaikan ini,” ungkap Dewi.

Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Kepala SDN 47 Kota Jambi, Ansori, menuturkan tantangan pendidik dalam menanamkan pendidikan karakter semakin berat jika tidak dibiasakan sejak dini, ”Ini contoh praktik baik yang dilakukan Ibu Dewi, sebagai kepala sekolah saya akan mendiseminasikan ke kelas lain keberhasilan ini,” ungkap Ansori.

Beragam komentar positif juga keluar dari orang tua siswa, Wahyuan Anggraini, (37 th), ia menuturkan sejak adanya program mencatat kebaikan di kelas, Nayla, putrinya, terbawa sampai ke rumah untuk terus berusaha melakukan kebaikan, “Sebagai orang tua pasti senang ya, anak kita berbuat kebaikan di rumah seperti di kelasnya,” ujar Ibu Anggraini.

Pendidikan karakter perlu diterapkan sejak dini, agar ketika dewasa nanti terbiasa untuk melakukan kebaikan, SDN 47 Kota Jambi sudah menerapkan catatan kebaikan, dengan harapan bisa menginspirasi sekolah lainnya.

Nayla dan Mencatat Kebaikan

“Masih mau untuk berbuat kebaikan, jadi bukan hadiah yang menjadi motivasinya,” ujar Nayla, ketika ditanya apakah berbuat baik hanya karena dapat hadiah.

Selain melakukan kebaikan dan mencatatnya, Nayla juga mengkampanyekan kebaikan kepada teman sebaya yang lainnya, ”Pernah tuh, saya menegur teman ketika membuang sampah sembarangan,” tegas Nayla.

“Jadi waktu itu teman Nayla membuang sampah ke got, Nayla bilang kalau buang sampah sembarangan bisa menyebabkan banjir,” tambahnya.

Orang tua pun mendukung apa yang dilakukan Nayla, “Orang tua bangga dengan Nayla,” ucapnya.

Selain Nayla, Muhammad Fakih Wijaya, (11 th) juga melakukan hal serupa, ia bersama kawan-kawan lainnya melakukan kebaikan kemudian mencatatnya, “Senang sih, karena saling membantu,” ujar Fakih.

Catatan kebaikan yang Fakih lakukan mendapatkan dukungan orang tuanya, apalagi jika kebaikan yang Fakih lakukan di sekolah, dilakukan juga di rumah, “Melakukan kebaikan juga mendapatkan pahala,” terangnya.

Hal yang paling membuat Fakih bangga adalah ketika membantu orang tua, “menyapu, mencuci piring,” jelasnya.

Fakih juga pernah mengingatkan teman yang melakukan hal kurang baik, “Seperti ada teman yang membuang sampah sembarangan, lalu saya ingatkan mereka,” pungkasnya.

Catatan Kebaikan merupakan salah satu media yang dipilih guru untuk memberikan motivasi kepada siswa untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.

Selama 2 semester catatan kebaikan ini dilaksanakan, banyak sekali perubahan yang terjadi dari segi penanaman karakter yang positif seperti disiplin, kerajinan, kejujuran serta tanggung jawab. (Bjs/*)