Beranda Akses Porprov Jambi 2018 Resmi Ditutup, Ketua KONI Sampaikan Soal Anggaran yang Sedikit

Porprov Jambi 2018 Resmi Ditutup, Ketua KONI Sampaikan Soal Anggaran yang Sedikit

JAMBI, AksesNews – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi ke-XXII/2018, setelah menyelenggarakan pertandingan dan perlombaan dari 31 cabor dan satu cabor dalam masa eksibi yang dimulai dari 18 November 2018 lalu, sekarang sudah resmi ditutup oleh Sekda Provinsi Jambi, M.Dianto di Lapangan Tri Lomba Juang, KONI Provinsi Jambi, Minggu (25/11/2018) malam.

Ketua KONI Provinsi Jambi, Indra Armendaris melaporkan sebanyak tiga cabor dipertandingkan di luar Kota Jambi, yaitu Panjat Tebing dan Volly di Batanghari, sedangkan Arung Jeram di Kerinci. Atlet-atlet yang meraih medali merupakan atlet yang terbaik di daerah provinsi Jambi.

“Saya ingin kedepan, adik-adik menjadi atlet yang terbaik di tingkat Nasional, bila perlu terbaik sampai internasional. Terus lah berlari, adik-adik adalah patriot olahraga,” kata Indra.

Penyelenggaraan Porprov ini menggunakan anggaran yang sedikit, sehingga banyak keluhan bagi pengurus cabor atas penyelenggaraan ini. Masih banyak stadion dan venue-venue yang kurang layak di gunakan dalam pelaksanaan ajang Porprov.

“Anggaran penyelenggaraan Porprov ini sangat sedikit, bahkan saya menganggap termurah di dunia. Selain itu, kami mohon juga ada perbaikan di stadion Tri Lomba Juang yang kami anggap sudah tidak layak untuk sebuah pertandingan bertaraf Nasional serta setara dengan Porprov,” sebut Indra.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M.Dianto mengatakan anggaran pemerintah provinsi tidak sebanyak yang dibayangkan, karena pengeluaran anggaran hiba berdasarkan aturan yang berlaku. Menurutnya, kalau seluruh minta dibayar provinsi, iya meyakinkan 5 sampai 10 tahun kedepannya tidak akan mungkin berhasil dalam meningkatkan olahraga di Jambi.

“Dalam sambutan Gubernur yang saya baca tadi, tolong ajak pihak swasta dalam mengembangkan olahraga. Bukan berarti KONI harus besar dari anggaran hiba dari pemerintah. Tanah KONI itukan asset, KONI sendiri harus bisa mandiri tapi tidak menunggu hiba pemerintah, seperti mengajak peran swasta. sehingga olahraga sesuai dengan yang kita harapankan,” jelas Dianto.

Selain itu, pada penutupan porprov tersebut juga ada penyerahan tali asuh kepada 2 orang atlet Asian Game yang berasal dari jambi. Atlet tersebut ialah Riska Andriani menerima uang sebesar Rp 25 juta dan Dedi Saputra menerima sebanyak Rp 20 juta.

Juga ada pengalungan medali kepada pemenang cabor sepakbola. Untuk peraih medali perunggu di dapat oleh kesebelasan Tanjabbar, medali perak kepada Batanghari yang mana atletnya tidak ada yang menghadiri. Tentunya Juara Umum di raih oleh Kota Jambi dengan medali emas yang digapai.

Informasi jumlah medali 3 besar dari laporan PB Porprov XXII iyalah Kota Jambi peraih medali terbanyak berjumlah 171 emas. 90 perak dan 94 perunggu. Di ikuti batanghari dengan emas 63, perak 73 dan 83 perunggu. Untuk peringatan ketiga di duduki oleh bungo dengan perolehan 52 emas, 69 perak dan 89 perunggu. (Alpin)

DRadio 104,3 FM Jambi