Nyaman! Pemulung Tinggal di Bawah Kolong Jembatan

Lurah Orang Kayo Hitam Merry Simbolon saat melihat kondisi pemulung di bawah jembatan. Foto: Ist
Lurah Orang Kayo Hitam Merry Simbolon saat melihat kondisi pemulung di bawah jembatan. Foto: Ist

KOTAJAMBI, AksesNews – Perubahan wajah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Walikota Syarif Fasha menjadi perhatian khusus baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jambi. Beberapa kali mendapat penghargaan, menjadi wajar jika melihat keindahan dan kebersihan Kota Jambi sekarang.

Penertiban terhadap pemulung liar, pengemis jalanan oleh pemerintah Kota Jambi rutin dilakukan. Penertiban yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait Satpol PP Kota Jambi, Dinas Sosial serta adanya sosialisasi terhadap keluarga pemulung liar, pengemis jalanan yang diamankan.

Salah satunya pemulung yang kedapatan tinggal di bawah kolong jembatan Sungai Marem, pemulung ini telah beberapa kali kedapatan dan dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kota Jambi, bahwa ditertibkan oleh Satpol PP Kota Jambi, tetapi pemulung ini tetap kembali lagi ke tempat semula yakni tinggal dibawah kolong jembatan.

Salah satu warga di sekitar jembatan mengatakan, jembatan sungai Marem ini masuk dalam wilayah Kelurahan Orang Kayo HItam (OKH). “Beberapa kali pemulung itu ditangkap oleh Satpol PP Kota, Dinas Sosial, abis tu dio balek lagi, beberapa kali jugo bu lurah Merry sejak dari beliau 2021 menjabat jadi Lurah OKH, biso dikatakan rutin ketemu sosialisasi ke pemulung tu supaya pindah, keluargo pemulung tu ado di Kota ni, tapi kayaknyo masah bodoh,” ujarnya.

Lurah Orang Kayo Hitam Merry Simbolon membenarkan adanya pemulung yang tinggal di bawah Jembatan Sungai Marem, sejak 2021 saya menerima keluhan dari warga, keluhan itu kita terima saya bersama Babinsa, Babinkamtibmas serta tokoh masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam 3 Pilar Kelurahan OKH kami turun langsung dan melakukan penertiban baik berkordinasi dengan Satpol PP Kota dan Dinas Sosial Kota.

Namun tetapi tetap saja pemulung ini kembali lagi ke kolong jembatan ini, kita pun mencoba strategi pendekatan selalu rutin mendatangi pemulung yang tinggal di bawah kolong jembatan melalui pendekatan emosional, membujuk agar pemulung tersebut pulang ke rumahnya sampai saat ini kami masih terus melakukan pendekatan.

Pemasalahan kesenjangan sosial merupakan masalah semua unsur negara, pemerintah, DPR maupun masyarakat. Pendekatan serta perhatian keluarga, kasih sayang sesama keluarga itu penting, menerima apa adanya, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat yang merupakan perwakilan dari rakyat, harapan public lebih peka terhadap masalah kesenjangan social kemasyarakatan. (Wjs/*)