Beranda Akses Jambi Jadi Salah Satu ‘HJ Learning Forum’ dari PT Hexpharm Jaya

Jambi Jadi Salah Satu ‘HJ Learning Forum’ dari PT Hexpharm Jaya

JAMBI, AksesNews – Pada tahun 2019 pemerintah mewajibkan setiap warga Indonesia wajib menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Konsekuensinya, perlu tersedia fasilitas kesehatan tingkat 1 (klinik) sebagai prasyarat pemeriksaan kesehatan peserta BPJS yang mudah diakses serta tersedia sarana dan prasarana yang memadai.

PT Kalbe Farma Tbk melalui PT Hexpharm Jaya (HJ), melaksanakan HJ Learning Forum (HJLF) bagi para dokter sehingga memiliki kemampuan mengelola klinik fasilitas kesehatan tingkat 1 secara mandiri. Pada tahun ketiga, Jambi merupakan salah satu dari 8 provinsi yang menggelar kegiatan tersebut, di Swiss-Belhotel, Minggu (25/08/2019).

Diikuti sebanyak 150 Dokter Umum dan Spesialis, kegiatan ini juga didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Padang. Mengusung tema “Clinic Management Talk”, kegiatan ini membahas bagaimana manajemen klinik di Era BPJS yang disampaikan langsung oleh Dr. Deri Mulyadi. Selain itu juga membahas tentang akreditasi klinik di Era BPJS oleh Dr. Yuliza Kaswendi.

Marketing Manager PT HJ, Bonny Anom mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini agar para Dokter dapat memahami management klinik terutama klinik pratama agar dapat mendukung program pemerintah, dalam hal ini BPJS.

“Kami melaksanakan program edukasi bagi para Dokter untuk mendapatkan wawasan dan informasi terbaru mengenai Risk Management Cardiometaboloc beserta penatalaksanaan dislipidemia dengan terapi golongan Statin. Kegiatan ini bentuk dari kepedulian dan komitmen Kalbe dalam meningkatkan Indonesia yang lebih sehat sesuai dengan misi Kalbe,” jelas Bonny.

Pada tahun 2019, setiap warga Indonesia wajib memiliki BPJS karena layanan primer yang berkembang begitu cepat sejalan dengan program pemerintah yang di muat di UU No. 24 Tahun 2011 sehingga ketersediaan Faskes I dibutuhkan seiring dengan peningkatan jumlah perserta BPJS. Hal ini perlu diperhatikan klinik sebagai Faskes I yang merupakan ketersediaan sarana dan prasarana, aspek penanganan yang praktis, cepat dan mumpuni.

“Program BPJS yang telah memasuki tahun keempat ini telah memiliki jumlah peserta lebih dari 175 juta warga. Dengan bertambahnya peserta program BPJS, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi. Dengan begitu, HJLF dapat mendukung peningkatan kualitas klinik di Indonesia,” sebut Bonny.

Sementara itu, Kepala BPJS Jambi, Elshe Theresia mengatakan respon masyarakat cukup positif terhadap program BPJS, karena dapat dilihat dari peningkatan peserta BPJS yang semakin banyak dipenuhi oleh pekerja swasta, sehingga pelayanan klinik yang pelayanannya 24 jam merupakan pilihan masa depan peserta BPJS.

Sementara itu, Ketua IDI Jambi, Dr. Deri Mulyadi mengatakan para Dokter perlu dibekali kemampuan manajemen klinik agar mampu mengelola klinik. “Selama ini Dokter dilatih untuk menangani kasus klinik tetapi bukan mengelola secara organisasi klinik. Ini merupakan tantangan Dokter untuk sukses di Era BPJS,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut, Wakil Walikota Jambi, Maulana yang juga mengatakan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam kebijakan kesehatan itu dalam perizinan klinik. Dalam perizinan klinik di permudah. “Apabila ada yang memperhambat izin klinik atau ada klinik yang belum memiliki izin, beritahu saya,” kata Maulana. (Alpin)