Beranda Akses Kepala Dispora Provinsi Jambi Dinilai Telah Lukai Perasaan Jurnalis

Kepala Dispora Provinsi Jambi Dinilai Telah Lukai Perasaan Jurnalis

JAMBI, AksesNews – Pasca Inspeksi Mendadak (Sidak) Gubernur Jambi Fachrori Umar ke Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi, pada hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), beberap waktu lalu masih menyisakan persoalan.

Pasalnya, Gubernur Jambi batal melakukan sidak dilokasi tersebut, karena saat tiba di Kantor Dispora, Kepala Dinas tak menyambut dirinya saat melakukan sidak. Setelah itu, Gubernur langsung saja memasuki mobil.

Terkait itu, sejumlah media pun memberitakan hal tersebut yang sempat viral dijagat Media Sosial (Medsos) dan kalangan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi saat itu. Namun rupanya hal itu, menjadi perbincangan sejumlah Kepala Dinas saat acara di Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Sebelum acara Rakerda Dekranasda Provinsi Jambi, Kadispora ngobrol sama OPD, dan Wartawan serta Humas. Pada saat ngobrol tersebut, Kadispora memegang kamera wartawan dan langsung dibilang oleh salah satu OPD, jika Kadispora telah mantap dengan kamera wartawan tersebut.

“Lantas dibalas oleh Wahyuddin (Kadispora, red) jika kita semua kena marah gara-gara wartawan dan berita dia jadi viral saat sidak itu,” kata Ketua Ikatan Jurnalis Provinsi Jambi (IJPJ), Abdul Manan, Senin (24/06/2019).

Lanjutnya, Kadispora bilang gara-gara tidak dikasih Tunjangan Hari Raya (THR) kawan-kawan (Wartawan, red) menyerangnya dengan berita. “Terus dia nunjuk kawan-kawan yang disana termasuk saya yang berdiri jauh dari sana,” kata Manan.

“Terus Kadispora bilang, kalau kurang senang keluar. Untuk memperkuat pernyataan tersebut, sayo juga bertanya OPD sebelah Kadis tersebut. Ternyata emang benar apa yang diomongin itu, Tia dan Azam juga tahu itu,” tambahnya.

Salah satu Srikandi Jurnalis di Jambi yang juga mendengar langsung obrolan tersebut, Tia membernarkan dan mengatakan sewaktu diacara Dekranasda, Kadispora Jambi berdiri dekat dengan kadis Dinsos, TVRI Lipsus jadi ada kamera disitu.

“Saya, Bang Ari Potret, Azam, berdiri dekat Kadis. Kadispora itu berdiri sambil pegang kamera, katannya Kadis stres karena dimarahin, sambil nyorotin kami bertiga. Katanya viral gara-gara wartawan gak dikasih THR, karena gak mau ribut posisi orang rame, kami diamkan aja. Cuma kami gak denger, dia bilang kalau gak seneng keluar,” jelas Tia.

Mendengar hal tersebut, salah satu Wartawan Liputan Pemprov Jambi, Ramadhani mengatakan ini sangat jelas merendahkan. Kalau begitu yang dialami rekan-rekan, ini sangat merendahkan profesi wartawan.

“Ini sangat merendahkan profesi Wartawan. Wartawan itu pilar ke empat demokrasi, kerja melalui tugas mulianya demi mengabarkan dan mencerdaskan rakyat,” tegasnya.

Tak hayal, kejadian tersebut menjadi perbincangan hangat dikalangan Jurnalis Provinsi Jambi dan memuncak disebuah Grup WhatsApp (WA) ikatan jurnalis Provinsi Jambi, yang dinilai telah melukai perasaan Jurnalis di Provinsi Jambi.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Kepala Dispora Provinsi Jambi, Wahyuddin mengakui kesalahannya dan ia meminta maaf kepada seluruh wartawan di Provinsi Jambi. “Sayo begurau Dindo, saya minta maaf kalau sayo salah. Dak usah diramaikan lagi, sekali lagi sayo mohon maaf,” ucapnya.

Sampai saat ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto yang dihubungi via WA, untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut belum ada jawaban. Rekan-rekan Jurnalis juga berencana untuk membicarakan persoalan ini kepada Sekda. (Bjs/Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi